Featured ORDER BOOK

Adalah jumlah keseluruhan antrian saham yang hendak dijual atau dibeli pada suatu waktu tertentu (hari perdagangan bursa) Ini merupakan penjumlahan dari jumlah lot pada Bid (antri beli) dan jumlah lot pada Offer (antri jual), Order akan diurutkan berdasarkan fraksi harganya.
Order Book akan mencatatkan jumlah lot dan jumlah pihak yang mengantri.

Contoh Order Book dari Universal Broker Indonesia

Cara Baca :

Jumlah keseluruhan antrian beli dalam lot adalah 506,99 (dalam ribuan lot) dan jumlah keseluruhan antrian jual adalah 955,64 (dalam ribuan lot),
Bila dalam jumlah lot di satu harga antrian tertentu maka akan nampak jelas keseluruhan jumlah pengantri berikut jumlah lot per masing masing calon pembeli.

Contoh melihat jumlah pengantri dan volume antrian di harga 430

Dalam gambar diatas dan bawah ini terlihat ada 44 pengantri di harga 430 dengan 52.27k (dalam ribuan lot) masih menunggu untuk terbeli.

Total jumlah Antrian

Bila kita memasukkan antrian beli selanjutnya maka kita akan masuk diurutan ke 45 dan seterusnya. Bila ada yang menjual di harga 430 maka nomor urut 1 akan menjadi prioritas untuk bisa mendapatkan lot (barang) nya terlebih dahulu.

Featured SEC Suspends Crypto Firm’s Stock After Big Price Boost

Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Donec sit amet eros. Lorem ipsum dolor sit amet, consecvtetuer adipiscing elit. Mauris fermentum dictum magna. Sed laoreet aliquam leo. Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus.

Amerika – China Sepakat Bertemu Oktober, Market Bisa Over Psikologis

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Angin segar rencana perundingan dagang China – Amerika bulan Oktober di Washington telah membuat index bursa Wall Street serempak menguat tajam dengan NASDAQ alami kenaikan tertinggi hingga +1.75%. Apalagi ditopang penambahan pekerjaan dari sektor swasta hingga 195.000 selama Agustus yang naik signifikan dibandingkan dengan ekspektasi  ekspektasi analis yang hanya akan bertambah 140.000. Sontak dua sentimen ini membuat market menghijau.

Menguatnya yield 10 tahun dan 2 tahun dan semakin menjauh dari inversion membuat saham saham perbankan naik tajam lebih dari +2%. Saham berorientasi ekspor yang akan sangat berkorelasi dengan kebijakan ekspor impor tarif juga meningkat seperti Caterpillar dan Boeing yang menjadi komponen di DOW. Dua saham ini naik +3.3% dan 1% sehingga topang kenaikan DOW hingga +372 point.  Optimisnya adanya breakthrough dalam pertemuan di bulan Oktober ini dorong saham saham semikonduktor pembuat chip naik +3% sehingga dorong komponen teknologi dalam S&P 500 naik +2.1% menopang kenaikan index  500 saham unggulan Wall Street terapresiasi +1.3%.

Membaiknya sentimen di pasar saham dan obligasi menekan harga emas turun. Komoditas logam mulia yang banyak mendapatkan benefit dari kekacauan di bursa saham dan treasury ini terkoreksi hingga -2%

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 26728.15 naik +372.68 atau +1.41%
  • S&P 500 : 2976.00 naik +38.22 atau +1.30%
  • NASDAQ : 8116.83 naik +139.95 atau +1.75%

Pasar Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 1.565% naik dari  1.471%   
  • Surat Utang 2 tahun : Yield 1.534% naik dari 1.436%  

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 98.350 turun dari  98.403 

Pasar Komoditas

  • WTI : USD 56.30 per barrel naik + 4 cent atau +0.1%
  • Emas (Futures) : USD 1528.90 per troy ounce turun – USD 31.5 atau -2%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 5 September 2019   

  • IHSG  : 6306.803 naik +37.139 atau +0.59%
  • High 6307.348  Low 6281.954
  • Value Perdagangan : IDR 8.542 trilyun naik dari IDR 7.255 trilyun
  • Volume Perdagangan : 141.85 juta lot naik dari 135.97 juta lot
  • Market Cap : IDR 7258 trilyun naik dari IDR 7215 trilyun
  • Net Buy Sell Asing : -88.24 milyar turun dari  – 843.87 milyar
  • Sektor Melemah  :  CONSUMER AGRI
  • Sektor Menguat : MISC-IND MINING TRADE BASIC-IND FINANCE MANUFACTURE INFRASTRUCTURE PROPERTY

Mengekor sentimen bursa Global dan Regional yang menguat imbas terjadinya stabilisasi di Hongkong, IHSG kemarin menguat +0.59% dan hanya sisakan 2 sektor yang melemah yaitu AGRI dan CONSUMER. Sejak awal perdagangan index di buka gap up di zona hijau dan berhasil jaga momentum kenaikan hingga penutupan +37.139 point. Sektor MISC-IND lewat saham ASII +3.1% menjadi leader kenaikan bersama dengan MINING +1.3% TRADE +0.86% dan BASIC-IND +0.8%.

Masih naiknya MINING dan TRADE setelah breakout resistennya menambah tenaga laju bursa hingga kembali berada diatas level EMA7 dan MA20 support memulai kembali short term uptrend. Menguatnya saham saham batubara dan logam mineral menjadi pemantik naik tingginya sektor MINING : TINS +13.88% ITMG +6.65% PSAB +5.75% ADRO +2.02% INDY +2.46% dan MEDC +2.05%. Selain itu reboundnya saham saham bank BUMN turut picu kenaikan sektor FINANCE : BBRI +1.44% BMRI +0.72% BBNI +1.34% BBTN +1.94% disamping BBCA yang naik marginal +0.33%.

Value dan volume perdagangan yang meningkat kemarin jadi signal optimisme pelaku pasar apalagi investor asing yang hari sebelumnya melakukan aksi jual hingga -843 milyar mulai redakan aksi jualnya hanya ke level dibawah -100 milyar. Saham saham yang menjadi pilihan net buy asing kemarin adalah ASII +93 milyar BBCA +50 milyar KLBF +31 milyar dan EXCL +13 milyar.

Catatan dari perdagangan kemarin : kondisi over psikologis di awal pembukaan menyisakan gap antara 6273 – 6281 atau 7 point.

MARKET HINTS

Optimisme bahwa akan terjadi breakthru dari rencana pembicaraan dagang antara China dan Amerika yang direncanakan bulan Oktober 2019 menjadi sentimen paling menentukan hari ini. Setelah semalam S&P capai level tertingginya, kondisi ini akan pengaruhi psikologi market di Indonesia dan Regional. Market berpeluang untuk over psikologis di awal perdagangan dan membentuk Gap Up.

Challenge market hari ini adalah mencoba untuk break area key resisten 6338 yang sudah tiga kali gagal dibreak. Bila level ini berhasil ditembus maka untuk sementara sideways panjang bursa selama 5 pekan bisa selesai untuk sementara waktu.  Hari ini akan ada tekanan terhadap saham saham berkorelasi dengan emas mengingat terjadi koreksi di harga komoditasnya hingga -2%

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Amerika – China Sepakat Bertemu Oktober, Market Bisa Alami Over Psikologis

Potensi Pergerakan :  6273 – 6374   

STOCK HIGHLIGHT

Hari ini ada saham yang menarik untuk diperhatikan yaitu ASII dan SCMA

Saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) setelah alami koreksi panjang dari level 8500 mulai menemukan arah untuk membentuk minor uptrend. Buy bila saham ini breakout level 6750 dengan target terdekat 7000 – 7125. EMA7 dan MA20 sudah alami golden cross sehingga bisa juga dipakai sebagai trend following skenario. Trailing dengan menggunakan garis MA20 sebagai support.

Saham salah satu raja media dan sinetron Indonesia PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) alami tahun yang sulit di 2019 setelah harga sahamnya terpangkas dari level 3000 di akhir tahun 2018 ke level 1275 kemarin. Saham ini berpotensi bentuk minor uptrend bila berhasil breakout dari level 1290. Buy on breakout bila > 1290 dengan target 1370 – 1415. Harga juga sudah miliki dua support EMA7 dan MA20 sehingga bisa dijadikan idea trading dengan skenario trend following. Trailing dengan gunakan MA20 sebagai support

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  ASII BBRI BULL CPIN INKP INTP KBLI KREN MYRX PTBA RAJA SCMA SSIA TKIM ULTJ UNTR  (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : SMBR KPIG TINS KBLI ITMG TKIM BRIS PSAB INKP SCMA BNLI RAJA KPAL TBIG INTP KRAS MPMX SSIA ASII         (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami big white candle, lonjakan volume dan breakout high

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

Redanya Geopolitik Hongkong Bawa IHSG Tertahan Dari Penurunan

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa saham serempak menguat mencoba membalikkan kondisi penurunan hari Selasa setelah sentimen positif dari Hongkong redakan tensi geopolitik di koloni China. Keputusan Carrie Lam untuk mencabut rancangan undang undang ekstradiksi diharapkan bisa pulihkan keamanan di negara pulau yang sudah didera demonstrasi beberapa pekan hingga lumpuhkan aktivitas penerbangan.

Wall Street naik ketiga indexnya rata rata +1% dengan NASDAQ menjadi yang tertinggi melompat +102 point atau +1.3%. Kenaikan ini ditopang oleh saham saham teknologi seperti Micron +4.1% dan Intel +4.1% setelah analis cenderung menaikkan harga target dari perusahaan perusahaan pembuat chip. Selain itu saham perbankan topang kenaikan S&P diatas +1% yield 10 tahun naik dan saat ini berada di posisi yang lebih tinggi dari yield 2 tahun. Ini artinya tidak terjadi lagi inversion dan market mulai stabil.

Kenaikan harga minyak hingga +4.3% ditopang oleh sentimen membaiknya aktivitas jasa dan order di China. Angka di Agustus menjadi yang tertinggi dari 3 bulan terakhir sehingga picu optimisme akan adanya perbaikan permintaan energi.

Dari Eurozone, parlemen di Inggris gagalkan rencana PM Boris Johnson untuk lakukan no-deal Brexit setelah sahkan undang undang untuk melakukan delay tenggat waktu bila belum ada kesepakatan hingga 31 Oktober 2019. Selain itu rencana PM untuk usulkan dilakukan percepatan Pemilu 15 Oktober 2019 tidak berhasil mendapatkan dukungan 2/3 di Parlemen.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 26355.47 naik +273.45 atau +0.91%
  • S&P 500 : 2937.78 naik +31.51 atau +1.08%
  • NASDAQ : 7976.88 naik +102.72 atau +1.30%

Pasar Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 1.471% naik dari 1.462%   
  • Surat Utang 2 tahun : Yield 1.436% turun dari 1.454%  

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 98.403 turun dari  98.938 

Pasar Komoditas

  • WTI : USD 56.26 per barrel naik + USD 2.84 atau +4.3%
  • Emas (Futures) : USD 1560.40 per troy ounce naik + USD 8.00

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan  4 September 2019   

  • IHSG  : 6269.664 naik +8.074 atau +0.13%
  • High 6273.604  Low 6239.001
  • Value Perdagangan : IDR 7.255 trilyun turun dari IDR 7.872 trilyun
  • Volume Perdagangan : 135.97 juta lot turun dari 152.00 juta lot
  • Market Cap : IDR 7215 trilyun naik dari IDR 7205 trilyun
  • Net Buy Sell Asing : – 843.87 milyar naik dari  – 367.96 milyar
  • Sektor Melemah  :  MISC-IND CONSUMER AGRI INFRASTRUCTURE
  • Sektor Menguat :  MINING TRADE BASIC-ID PROPERTY FINANCE MANUFACTURE

IHSG kemarin alami hari yang volatile seperti roller coaster, dibuka positif lalu melemah tajam hingga penutupan sesi 1 lalu berbalik menguat, turun sejenak lalu hijau jelang penutupan hari. Index sempat turun ke level 6239 seiring dengan masih melemahnya saham saham unggulan yang ada dalam LQ45 seperti BBCA TLKM CPIN PGAS BSDE ANTM dan TKIM. Walaupun index composite naik +0.13% namun index 45 saham likuid di bursa malah terkoreksi tipis 0.04%.

Kenaikan sektor MINING  yang didukung oleh melejitnya saham saham pertambangan batubara seperti ADRO +3.78% ZINC +7.14% ITMG +4.57% INDY +4.41% membuatnya menjadi sektor yang  paling unggul kemarin. Selain itu sektor TRADE juga naik menopang IHSG setelah dominasi saham saham MNC Group milik taipan Hary Tanoe yang aktif dan terpresiasi tinggi seperti MNCN +6.88% IPTV +23.84% terpicu sentimen aksi korporasi seperti kerjasama infrastruktur kabel optik dengan PLN dan penguasaan hak siar Euro2020. Dua sektor ini mampu halau pelemahan sektor INFRASTRUCTURE yang turun -0.37% setelah saham saham dominannya TLKM PGAS ISAT GIAA turun lebih dari -1%.

Reboundnya IHSG kemarin dan tidak membentuk candle lower terbaru dijadikan peluang bagi investor asing untuk melakukan aksi jual. dengan sektor INFRASTRUCTURE BASIC-IND dan FINANCE menjadi yang paling banyak dilepas sebesar -257 milyar,  -118 milyar dan -118 milyar. Asing hanya catatkan net buy di sektor CONSUMER dengan nilai marginal +17 milyar.

MARKET HINTS

Memantulnya IHSG kemarin membuat candle index sedikit kembali berada diatas MA20 6269. Bentukan long lower shadow menjadi signal bahwa pelaku pasar tidak menghendaki ada penurunan lanjutkan kemarin. Apalagi sentimen regional dari HK terkait pembatalan rancangan undang undang ekstradiksi untuk warga Hongkong ke mainland China membuat reda konflik yang sudah berlangsung beberapa pekan.

Dua sektor kemarin breakout : MINING dan TRADE. MINING tembus level resisten 1648 dam akhiri minor downtrendnya yang sudah terjadi sejak 2 Juli 2019. Sedangkan sektor TRADE breakout level 806 dan telah alami short term uptrend sejak 30 Agustus 2019.

Hari ini index diproyeksi akan alami penguatan, saham MINING tetap bisa menjadi perhatian setelah harga minyak mentah menguat tajam +4.3% setelah data aktivitas jasa di China menguat tajam selama 3 bulan kebelakang. Index akan bergerak dalam rentang 6226 – 6317 dengan kecenderungan mixed menguat. Data consumer confidence akan rilis hari ini sehingga diharapkan bisa menambah tenaga penguatan transaksi khususnya dari saham saham terkait retail TRADE dan CONSUMER.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Redanya Geopolitik Hongkong Bawa IHSG Tertahan Dari Penurunan

Potensi Pergerakan :  6226 – 6317   

STOCK HIGHLIGHT

Hari ini ada saham yang menarik untuk diperhatikan yaitu SSIA dam FREN  

Saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) sudah jatuh dari level tertinggi 334 dan sentuh level terendah di 115. Setelah tidak membuat low baru dibawah 115 saham ini masuk kembali ke area EMA7 disertai dengan volume yang tinggi. Speculative buy selama diatas 138 dengan target 155-181. Stop loss < 115.

Saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) yang telah melemah sejak 22 Juli dari level tertinggi 855 sudah tidak lagi membentuk lower  point setelah memantul dari area support 710. Kemarin kembali masuk ke area EMA7 727. Speculative buy selama > 730 dengan target 755-810. Batasi resiko < 710.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  BEST ENRG ESSA ITMG MNCN TARA ZINC    (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : FREN MAMI PICO ESSA MINA ERAA ENRG ZINC MNCN RBMS BMTR WEGE ITMG TBIG INDY CTRA SMRA BEEF SCMA ADRO ARMY TARA ISSP        (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami big white candle, lonjakan volume dan breakout high

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

DPR Tolak Kenaikan Double Digit Cukai Jadi Sentimen CONSUMER

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Mengawali perdagangan di bulan September 2019, Wall Street terkoreksi cukup tajam dengan tiga sentimen negatif yang terus bergantian : yield, tarif dan data ekonomi.

Bursa Wall Street dan pasar surat utang di Amerika tutup untuk perayaan Labor Day. Dow terkoreksi -285 point awali bulan yang biasanya berkecenderungan turun setelah saham saham berorientasi ekspor dan retailer terkoreksi. Penerapan tarif impor China – Amerika yang baru dimana Amerika terapkan 15% tarif untuk produk China membuat saham saham retail komponen S&P 500 turun -1.5% karena kekhawatiran akan rendahnya daya beli akibat kenaikan harga jual dan menekan margin. Selain itu  saham saham orientasi ekspor seperti Boeing dan Caterpillar turun lebih dari -1.6%. Saham saham hardware dan chip maker juga terkoreksi seperti Apple -1.5%, Nvidia -2% dan Skyworks Solution -1.5%.

Data ekonomi yang rilis terkait aktivitas manufaktur juga menekan bursa saham dan pasar uang. Sepanjang Agustus aktivitas manufaktur yang tercatat dalam ISM PMI turun ke level 49.1%. Ini dibawah level 50% yang menjadi ukuran kontraksi dan menjadi yang pertama sejak tahun 2016. Penurunan ini menjadi signal potensi pelambatan ekonomi. Yield surat utang pun tertekan ke level 1.47% dan membuat saham saham perbankan besar terkoreksi seperti JP Morgan -1.2%, Citigroup -1.5% dan Bank of America -1.7%.

Pelambatan aktivitas ekonomi juga tekan ekspektasi akan demand minyak mentah sehingga membuat harga minyak terkoreksi -3.1%. Komoditas emas menjadi buruan investor sebagai pengaman sehingga harga logam mulia ini naik +1.5% ke level USD 1552 per troy ounce nya.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 26118.02 turun -285.26 atau -1.08%
  • S&P 500 : 2906.27 turun -20.19 atau -0.69%
  • NASDAQ : 7874.16 turun -88.72 atau -1.11%

Pasar Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 1.462% turun dari  1.499%   
  • Surat Utang 2 tahun : Yield 1.454% turun dari  1.510%  

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 98.938  turun dari 98.947

Pasar Komoditas

  • WTI : USD 53.42 per barrel turun – USD 1.68 atau -3.1%
  • Emas (Futures) : USD 1552.4 per troy ounce naik +USD 21.4 atau +1.5%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan  3 September 2019   

  • IHSG  : 6261.590 turun -28.956 atau -0.46%
  • High 6310.631  Low 6248.797
  • Value Perdagangan :IDR 7.872 trilyun naik dari  IDR 7.813
  • Volume Perdagangan : 152.00 juta lot turun dari 155.29 juta lot
  • Market Cap : IDR 7205 trilyun turun dari IDR 7239 trilyun
  • Net Buy Sell Asing : – 367.96 milyar naik dari  – 98.90 milyar
  • Sektor Melemah  : MANUFACTURE MINING BASIC-IND AGRI FINANCE MISC-IND INFRASTRUCTURE  
  • Sektor Menguat :  PROPERTY CONSUMER TRADE

Setelah sempat di zona hijau selama 1 jam sesi pertama dan pembukaan sesi kedua capai nilai tertinggi 6310, IHSG harus ikuti trend global yang kembali terkoreksi setelah data manufaktur di Amerika tunjukkan kontraksi. Saham saham INFRASTRUCTURE FINANCE dan ASII menjadi penekan utama index sehingga membawanya terkoreksi hingga -0.46%. Dua hari penurunan di awal September ini telah bawa index turun lebih dari -1% .

Dalam kondisi sideways yang sudah terjadi selama 5 pekan ini index yang gagal break resisten 6329 untuk ketiga kalinya sektoral bergantian naik dan turun sebagai penyeimbang. Bila hari Senin CONSUMER dan PROPERTY yang turun maka hari Selasa 2 sektor ini terjadi mini rebound +0.18%. Penekan terbesar IHSG kemarin berasal dari sektor INFRA FINANCE dan MISC-IND setelah heavy weight 3 sektor tersebut serempak terkoreksi.  BBRI -1.65% BMRI -3.83% TLKM -1.36% BBNI -2.29% EXCL -3.31% ASII -1.14%

Serempak turunnya saham saham bank BUMN dipicu oleh exposure kredit yang berpotensi masalah dan perlu direstrukturisasi seperti kepada sesama peers BUMN yaitu ke PLN, Garuda Indonesia, Krakatau Steel serta Dunaitex. Beruntung kemarin BBCA masih tetap naik +0.9% sehingga ada sedikit penahan. Saham CONSUMER khususnya rokok kemarin alami rebound setelah DPR nyatakan menolak usulan kenaikan tarif cukai baru yang diusulkan pemerintah. Hal ini beri nafas untuk GGRM dan HMSP yang alami rebound +1.73% dan +1.90%.

MARKET HINTS

Dua hari penurunan IHSG membuat kondisinya saat ini berada sedikit dibawah dua support : EMA7 dan MA20 6265. Opini penurunan market relatif lebih rendah dari hari Senin sehingga ada potensi hari ini akan rebound pada rentang 6240 – 6300.  untuk coba kembali masuk ke teritory 6265-6279.

Adanya  penolakan kenaikan cukai oleh DPR dapat menjadi sentimen baik untuk sektor CONSUMER khususnya saham saham rokok. Beberapa fraksi tidak setuju kenaikan diatas 10% untuk cukai rokok karena akan mematikan UMKM pedagang rokok. Selain itu masih munculnya kekhawatiran akan kondisi pelambatan ekonomi setelah aktivitas manufaktur di Amerika alami kontraksi telah dorong harga emas naik kembali. Potensi untuk saham saham seperti PSAB dan MDKA yang berkorelasi terhadap harga emas.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : DPR Tolak Kenaikan Double Digit Cukai Rokok Jadi Sentimen Sektor CONSUMER

Potensi Pergerakan :  6240 – 6300  

STOCK HIGHLIGHT

Hari ini ada saham yang menarik untuk diperhatikan yaitu PSAB dan MDKA

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) masih potensi lanjutkan uptrend setelah masuk kembali ke area EMA7 support. Buy on Breakout bila tembus dan bertahan diatas 6300 potensi ke 6550 – 6675. Trailing dengan menggunakan EMA7

Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) masih potensi sideways dalam uptrendnya dan bisa dijadikan pilihan Fast Trade dalam rentang 264 – 294. Selama berada diatas 264-267 bisa tetap hold dengan target 294 sebagai resisten.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  ADMF APLN BBCA BNLI CASA GIAA INDY ISSP SIMP       (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : APLN POOL RBMS HOME PCAR TRAM BNLI PSAB PBRX ISSP BABP MDKA GIAA ADRO        (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami big white candle, lonjakan volume dan breakout high

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

Resisten Gagal Ditembus, MINING Tahan Index Diatas Support EMA7

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa Wall Street dan pasar surat utang di Amerika tutup untuk perayaan Labor Day.

Dari pasar komoditas, harga minyak melemah setelah tarif impor baru untuk produk China dan Amerika mulai berlaku efektif. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi global dan pelambatan akan demand minyak mentah sebagai energi. WTI sebagai acuan turun -33 cent dan harga acuan Brent terkoreksi -64 cent ke level USD 58.61 per barrel.

Berlawanan dengan harga minyak, harga emas menguat setelah ekspektasi bahwa The FED akan turunkan bunga acuan di bulan September 25 basis point naik menjadi 97%. Europe Central Bank juga diharapkan turunkan suku bunga di bulan ini sehingga membuat investor mencari instument safe-haven saat bursa dan surat utang saat ini dalam kondisi tertekan.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 26403.28  tutup Labor Day
  • S&P 500 : 2926.46  tutup Labor Day
  • NASDAQ : 7962.88 tutup Labor Day

Pasar Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 1.499% tutup Labor Day  
  • Surat Utang 2 tahun : Yield 1.510% tutup Labor Day  

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 98.947 naik dari 98.763

Pasar Komoditas

  • WTI : USD 54.77 per barrel turun – 33 cent
  • Emas (Futures) : USD 1531.00 per troy ounce naik +USD  10.60 atau +0.1%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan  2 September 2019   

  • IHSG  : 6290.546 turun -37.924 atau -0.60%
  • High 6338.113  Low 6281.605
  • Value Perdagangan : IDR 7.813 trilyun turun dari IDR 9.908 trilyun
  • Volume Perdagangan : 155.29 juta lot turun dari 179.06 juta lot
  • Market Cap : IDR 7239 trilyun turun dari IDR 7281 trilyun
  • Net Buy Sell Asing : – 98.90 milyar turun dari +68.48 milyar
  • Sektor Melemah  : INFRASTRUCTURE FINANCE MANUFACTURE PROPERTY MISC-IND CONSUMER
  • Sektor Menguat :  MINING AGRI BASIC-IND TRADE  

Walaupun sempat berada diatas level resisten 6329 di awal perdagangan namun index gagal untuk bertahan dan cenderung terkoreksi setelah saham saham CONSUMER, PROPERTY FINANCE  dan ASII menjadi penekan IHSG turun. Index akhirnya ikuti jejak beberapa mitra regional yang juga terkoreksi imbas berlaku efektifnya tarif baru untuk produk China – Amerika yang masuk ke masing masing negara tujuan impornya.

Walaupun tidak ada aksi jual asing yang masif dan hanya dibawah -100 milyar dengan saham BBCA GGRM SMGR BBRI TBIG sebagai sasaran aksi jual utama mereka, namun asing masih lakukan aksi beli pada saham saham INDF TLKM EXCL BBNI dan MNCN sehingga hanya bukukan nilai net sell -98.90 milyar lebih rendah dari net buy pada akhir Agustus sebesar +68.48 milyar.

Saham GGRM dan HMSP kemarin menjadi penekan terbesar sektor CONSUMER. Saham perusahaan rokok asal Kediri sudah terkoreksi lebih dari -10% setelah keluar dari pertahanan support MA20.  Hal yang sama juga terjadi dengan HMSP yang turun  -10.2% setelah gagal tembus area resisten MA20 dan lanjutkan downtrendnya saat breakdown level 2790.. Dua saham ini membuat sektor CONSUMER terkoreksi -3.2% setelah gagal break resisten 2445 dan potensi bentuk Double Top di timeframe daily.

Kenaikan signifikan sektor MINING +1.8% didominasi oleh penguatan saham pertambangan mineral dan logam seperti INCO ANTM TINS PSAB dan DKFT. Kenaikan harga nickel, emas dan timah menjadi pemicu penguatan saham tersebut. INCO naik +12.46%, ANTM +9.34% TINS +13.26% dan DKFT +6.81%. Naiknya sektor MINING setidaknya bisa menahan index tidak ambruk dan tetap berada di atas support EMA7.

MARKET HINTS

Kondisi IHSG yang gagal breakout 6329 masih aman karena tertahan oleh support EMA7 6285. Masih memiliki 2 support ini membuat masih ada peluang index untuk terkonsolidasi terlebih dahulu sambil menunggu arah meningat sudah 3x area ini gagal ditembus. Ini menjadi pekan ke-5 index alami sideways dan bergerak di area 6022 – 6329 dalam rentang cukup lebar dan membuat sebagian trader merasa frustasi.

Membaiknya data manufaktur di China yang alami peningkatan dibanding ekspektasi analis Caixin/Markit factory PMI tercatat 50.4 dibandingkan proyeksi 49.8. Hal ini juga lebih tinggi dari data di bulan July yang tercatat 49.9. Selain itu harapan dari kepastian Brexit tanpa delay di 31 Oktober 2019 menjadi garansi PM Boris Johnson termasuk tidak adanya Pemilu yang dipercepat sebagaimana harapan partai oposisi.

Index diperkirakan akan menguji kembali area EMA7 dan MA20 sebagai support. Sektoral akan mixed sehingga berpotensi membuat index terkonsolidasi pada rentang 6258 – 6338.  Membaiknya harga batubara, tetap naiknya harga timah dan emas dapat menjadi pemicu aktifnya kembali sektor MINING hari ini.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Resisten Gagal Ditembus, Saham MINING Menjadi Penahan Index Diatas Support EMA7

Potensi Pergerakan : 6258 – 6338  

STOCK HIGHLIGHT

Hari ini ada saham yang menarik untuk diperhatikan yaitu ADRO dan PGAS

Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) telah keluar dari area minor downtrend dan membentuk pola minor uptrend. Buy on breakout bila berada diatas > 1155 dengan target penguatan 1220-1260. Trailing stop dengan menggunakan EMA7 untuk jangka pendek

Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) hendak membentuk pola minor uptrend bila berhasil breakout dari area 2000. Saham ini posisinya sudah diatas garis EMA7 dan MA20 dan berpotensi golden cross. Bisa ditrading dengan teknik Swing atau Trend Following. Resisten berikut 2060 – 2100 dapat dipergunakan sebagai target terdekatnya. Trailing stop gunakan MA20 untuk jangka menengah.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  ACES ARMY DILD MLIA PGAS PSAB RBMS TINS TOPS       (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : HOME RBMS TINS INCO BRPT ANTM MAMI DKFT SMSM NUSA SILO POWR EXL PICO PGAS MINA POOL       (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami big white candle, lonjakan volume dan breakout high

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

WORKSHOP ONLINE TREND FOLLOWING dan SWING TRADING

Ikuti program pembelajaran workshop SAHAMOLOGY online mulai bulan September 2019.

Investasi Rp 799,000 dapat pembelajaran online 3x, buku, audio, video serta rekening saham gratis. Semua senilai Rp 3,300,000

Setelah batch 15 TREND FOLLOWING (level 2)  closed pendaftarannya, batch 18 untuk SWING TRADING (level 3) akan dibuka sebagai kelanjutan workshop level 2. Pendaftaran klik http://sahamology.id

Data Inflasi Akan Jadi Sentimen Utama Disamping Nikel +9%

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Menutup bulan Agustus yang volatile Wall Street ditutup mixed dan cenderung datar. DOW naik tipis +41 point, S&P flat +0.06% sedangkan Nasdaq terkoreksi tipis -0.13%. Volume perdagangan yang tipis seakan menjadi tanda bahwa investor masih wait and see mengambil nafas untuk kelanjutan sentimen di bulan September 2019 ini.  Masih tingginya VIX Volatilty Index yang sempat sentuh 24.81 sebelum ditutup pada level 18 seolah menjadi pertanda masih belum selesainya PR bulan depan apalagi mulai tanggal 1 September 2019  tarif baru untuk produk China dan Amerika mulai berlaku efektif. USD 112 milyar produk China akan terkena tarif, sedangkan produk Amerika yang terkena tarif bernilai USD 75 milyar.

Bulan Agustus menjadi bulan terburuk kedua setelah May 2019. Dow turun -1.7%. S&P 500 kehilangan nilai -1.8% sedangkan indeks saham saham teknologi di NASDAQ terpangkas -2.6%. Memburuknya kondisi bursa saham dan rendahnya yield surat utang membuat investor beralhir ke instrumen berbasis logam mulia seperti Emas dan Perak. Index emas naik +8% sepanjang Agustus sedangkan perak naik +12.8%.

Harga minyak terkoreksi tajam -2.8% setelah hurricane Dorian yang masuk pada kategori 5 menyambangi wilayah Selatan Amerika Serikat. Hal ini diperkirakan akan pengaruhi demand akan minyak mentah. Namun sepanjang pekan harga minyak membaik seiring dengan sentimen dari China yang tidak akan melakukan retaliasi tambahan kepada Amerika sambil menunggu pembicaraan dagang kembali digelar.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 26403.28 naik +41.03 atau +0.16%
  • S&P 500 : 2926.46 naik +1.88 atau +0.06%
  • NASDAQ : 7962.88 turun -10.51 atau -0.13%

Pasar Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 1.499% naik dari  1.496%
  • Surat Utang 2 tahun : Yield 1.510% turun dari 1.526%

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 98.763 naik dari 98.392

Pasar Komoditas

  • WTI : USD 55.10 per barrel turun – USD 1.61 atau -2.8%
  • Emas (Futures) : USD 1520.40 per troy ounce turun – USD 16.50 atau -0.5%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan  30 Agustus 2019   

  • IHSG  : 6328.470 naik +39.351 atau +0.63%
  • High 6329.884  Low 6305.037
  • Value Perdagangan : IDR 9.908 trilyun naik dari  IDR 8.101 trilyun
  • Volume Perdagangan : 179.06 juta lot naik dari 157.82 juta lot
  • Market Cap : IDR 7281 trilyun naik dari IDR 7236 trilyun
  • Net Buy Sell Asing : +68.48 milyar naik dari  – 221.20 milyar
  • Sektor Melemah  : CONSUMER
  • Sektor Menguat :  MISC-IND PROPERTY TRADE FINANCE MINING INFRASTRUCTURE AGRI BASIC-IND MANUFACTURE

IHSG alami kenaikan dalam penutupan perdagangan hari Jumat sebesar +0.63% dan ditutup sedikt lebih rendah dari level resisten 6329. Naiknya hampir seluruh sektor mendorong index terapresiasi +39 point walaupun sisakan sektor CONSUMER terjerembab -0.82% setelah saham saham unggulannya seperti HMSP dan GGRM terkoreksi -4.94% dan -5.02%.

Sektor MISC-IND PROPERTY TRADE FINANCE MINING dan INFRASTRUCTURE menjadi pendorong utama setelah saham saham heavy weightnya menguat seperti ASII +3.89% BBCA +1.58% BBRI +1.66% TLKM +1.59% UNTR +1.2% dan ADRO +2.27%. Apalagi ditopang di hari terakhir perdagangan bulan Agustus terjadi inflow asing sebesar +68 milyar yang terjadi dari sektor FINANCE +129M, MISC-IND +56M dan INFRASTRUCTURE +20M.

Sepanjang bulan Agustus 2019 index terkoreksi  -56.79 atau -1.0% dan sedikit berada dibawah EMA7 monthly. Volatilitas pasar selama bulan ini didominasi oleh berita berita global dan regional terkait dengan perang tarif China – Amerika, potensi resesi Amerika setelah terjadi yield inversion antara surat utang 10 tahun dan 2 tahun, dan ketegangan di Hongkong. Katalis positif dari dalam negeri seperti naiknya cadangan devisa, turunnya bunga acuan Bank Indonesia serta pengumuman Ibukota baru di Kalimantan setidaknya bisa menahan efek negatif dari katalis global yang cenderung membuat index tertekan.

Sepanjang bulan Agustus 2019 net outflow asing mencapai -9.69  trilyun yang berasal dari sektor FINANCE -3.77 trilyun,  TRADE -2.08 trilyun, BASIC-IND -1.31 trilyun, dan MINING -1.14 trilyun. Hanya pada sektor CONSUMER saja investor asing masih catatkan inflow mini senilai +253 milyar sedangkan sektor lain dominan melakukan aksi jual.

Selama bulan Agustus beberapa sektor masih membentuk BULL CANDLE (candle kenaikan) seperti BASIC-IND, CONSUMER, INFRASTRUCTURE, dan PROPERTY. Sedangkan sektor lainnya membentuk BEAR CANDLE (candle penurunan) sehingga membuat secara sektoral cenderung mixed sepanjang sebulan. Dari bentukan candlestick sektor yang punya memiliki bentuk bagus adalah BASIC-IND dan INFRASTRUCTURE karena telah mereject support MA nya dan masih diatas garis moving average. Sedangkan CONSUMER sudah tidak membentuk lower baru dan mereject trailing stop walaupun masih dibawah garis moving average.

MARKET HINTS

Hari ini data inflasi bulan Agustus 2019 akan dirilis  dengan ekspektasi Inflasi MoM 0.16% dan Inflasi YoY di level 3.17%. Hal ini lebih rendah dari capaian bulan lalu dimana MoM capai 0.31% dan YoY capai 3.32%. Biro Pusat Statistik direncanakan rilis data sekitar jam 11.00 siang ini.

Kondisi IHSG yang pekan lalu gagal breakout area resisten 6329 akan mencoba kembali untuk uji area tersebut. Apalagi market cenderung tenang walaupun tanggal 1 September menjadi awal penerapan tarif baru untuk produk China dan Amerika yang masuk ke dua negara adidaya ekonomi. Tutupnya market Amerika nanti malam karena libur Labor Day diharapkan  membuat sentimen perdagangan lebih  netral.

Index diperkirakan bergerak pada kisaran 6296 – 6362 dengan kecenderungan mixed menguat. Menguatnya harga nikel secara signifikan hingga +9% serta turunnya harga minyak akan jadi sentimen yang pengaruhi sektor MINING hari ini.  

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Data Inflasi Akan Jadi Sentimen Utama Disamping Naiknya Harga Nikel +9%

Potensi Pergerakan : 6296 – 6362  

STOCK HIGHLIGHT

Hari ini ada saham yang menarik untuk diperhatikan yaitu INCO dan DKFT  (masih berlanjut dari hari Jumat)

Masih naik dan volatilenya harga nikel membuat dua saham yang terpapar komoditas ini menarik untuk diperhatikan.

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO)  bergerak semakin mejauh dari level trailing EMA7 dan MA20 untuk trend following. Bila hendak masuk sekarang maka menjadi entry high risk buy dengan target 3600 dan stop loss di 3150.

Sedangkan saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) kemarin bergerak volatile seiring dengan pergerakan harga nikel. Selama dalam rentang harga 250 – 284 dapat dijadikan area FAST TRADE intraday. Hindari bila saham sudah turun dibawah 236.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  ASII BABP BBCA BBRI CLEO DMAS ELSA FIRE KPIG LAND MAMI MYRX PTBA SCMA TBLA TKIM WEGE VOKS      (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : PICO BABP POLL SIDO KPIG FIRE ELSA KPAL DKFT ASII KINO CLEO TBLA SCMA INCO HEAL VOKS LAND EXCL TBIG      (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami big white candle, lonjakan volume dan breakout high

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

WORKSHOP ONLINE TREND FOLLOWING dan SWING TRADING

Ikuti program pembelajaran workshop SAHAMOLOGY online mulai bulan September 2019.

Investasi Rp 799,000 dapat pembelajaran online 3x, buku, audio, video serta rekening saham gratis. Semua senilai Rp 3,300,000

Setelah batch 15 TREND FOLLOWING (level 2)  closed pendaftarannya, batch 18 untuk SWING TRADING (level 3) akan dibuka sebagai kelanjutan workshop level 2. Pendaftaran klik http://sahamology.id

China Amerika Tenang, IHSG Sudah Golden Cross

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Kabar baik berhembus dari Beijing dan membuat Wall Street tersenyum. Hal ini setelah Pemerintah China berkomitmen untuk mencari resolusi terhadap perang tarif dengan sikap yang tenang dan tidak berusaha untuk melakukan retaliasi tambahan. Sontak angin segar ini membuat Wall Street menghijau ketiga indexnya diatas +1%. Dow terapresiasi lebih dari +326 point dan bertahan diatas level psikologi 26000 setelah saham saham yang berorientasi ekspor menguat seperti Boeing, Caterpillar dan Deere.

Eskalasi tarif dagang antara China dan Amerika telah membuat DOW dan S&P terkoreksi -2% sepanjang Agustus 2019. Sedangkan Nasdaq kehilangan nilainya hingga -2.5%. Sentimen tarif dagang serta yield inversion menjadi dua momok yang membuat index gonjang ganjing selama sebulan. Kondisi ini membuat investor amankan asset ke safe haven seperti Emas dan Perak. Hal ini membuat index gold naik +8.2% sedangkan index silver melonjak +12% di bulan Agustus.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 26362.25 naik +326.15 atau +1.25%
  • S&P 500 : 2924.58 naik +36.64 atau +1.27%
  • NASDAQ : 7973.39 naik +116.51 atau +1.48%

Pasar Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 1.496 naik dari  1.468%
  • Surat Utang 2 tahun : Yield 1.526% naik dari 1.500%

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 98.392 naik dari   98.165

Pasar Komoditas

  • WTI : USD 56.71 per barrel naik + 87 cent atau +1.7%
  • Emas (Futures) : USD 1536.90 per troy ounce turun – U SD 12.2 atau -0.8%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan  29 Agustus 2019   

  • IHSG  : 6289.119 naik +7.473 atau +0.12%
  • High 6306.896 Low 6276.421
  • Value Perdagangan : IDR 8.101 trilyun naik dari  IDR 7.771 trilyun
  • Volume Perdagangan : 157.82 juta lot naik dari 150.75 juta lot
  • Market Cap : IDR 7236 trilyun naik dari IDR 7227 trilyun
  • Net Buy Sell Asing : – 221.20 milyar turun dari -343.64 milyar
  • Sektor Melemah  : MANUFACTURE MISC-IND PROPERTY CONSUMER AGRI  
  • Sektor Menguat :  BASIC-IND MINING FINANCE INFRASTRUCTURE TRADE

IHSG masih berada dalam rentang blok konsolidasi nya kemarin setelah berhasil keluar tipis  dari resisten minor 6289. Masih mixed nya sektoral membuat terjadi tarik ulur dan membentuk candle DOJI. Kenaikan signifikan sektor BASIC-IND dan MINING di-set of oleh penurunan pada sektor CONSUMER dan AGRI sehingga IHSG hanya menguat marginal +0.12%. Minimnya katalis makro membuat index masih maju mundur untuk lanjutkan penguatannya.

Good news kemarin adalah IHSG sudah golden cross EMA7 dan MA20 sehingga menjadi harapan untuk short term uptrend. Namun tetap perlu diwaspadi kondisi IHSG yang masih belum breakout area 6329 yang sudah terjadi selama lebih dari 4 pekan.  

Sentimen insentif pajak bagi kertas bekas menjadi faktor yang mendongkrak sektor BASIC-INDUSTRY dimotori oleh kelompok industri dasar berbasis pulp yang sontak menguat tajam. Sektor ini naik +1.2% setelah saham INKP dan TKIM duo jawara pulp dan paper naik signifikan sebesar +6% dan +3.7%. Selain itu duet saham semen SMGR dan INTP membantu menjaga penguatan sektor ini dengan naik +1.2% dan +2.5%

MARKET HINTS

Tenangnya kondisi perang tarif antara China dan Amerika setelah komitmen dari pemerintahan Xi Jin Ping untuk tidak kembali membuat retaliasi baru bisa menjadi sentimen positif hari ini. Apalagi ditopang oleh kenaikan tinggi Wall Street semalam.

Kondisi index yang sudah diatas EMA7 dan MA20 akan menjadi lebih solid bila hari ini IHSG berhasil break area 6329. Secara weekly sudah 7 pekan terjadi sideways down dengan garis MA yang berimpitan. Harapan besar untuk index segera lepas dari area ini di bulan September bisa terjadi pekan depan saat data inflasi rilis 2 September 2019 dengen ekspektasi Inflasi MoM 0.26% dan Inflasi YoY di level 3.27%.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : China Lebih Tenang Sikapi Amerika Jadi Sentimen Positif. IHSG Sudah Golden Cross

Potensi Pergerakan : 6260 – 6335 

STOCK HIGHLIGHT

Hari ini ada saham yang menarik untuk diperhatikan yaitu INCO dan DKFT  

Masih naik dan volatilenya harga nikel membuat dua saham yang terpapar komoditas ini menarik untuk diperhatikan.

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO)  bergerak semakin mejauh dari level trailing EMA7 dan MA20 untuk trend following. Bila hendak masuk sekarang maka menjadi entry high risk buy dengan target 3600 dan stop loss di 3150.

Sedangkan saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) kemarin bergerak volatile seiring dengan pergerakan harga nikel. Selama dalam rentang harga 250 – 284 dapat dijadikan area FAST TRADE intraday. Hindari bila saham sudah turun dibawah 236.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  INKP INTP KBLI KINO SAME      (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : PICO TBIG SQMI HOME PCAR INKP BUMI NUSA BRMS ENRG TKIM TOWR ITMG KPAL KINO INCO SMBR      (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami big white candle, lonjakan volume dan breakout high

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

Bursa Potensi Golden Cross Bila Break Konsolidasi 6289

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Untuk sementara waktu Wall Street sejenak lupakan inversion yield  yang terjadi. Harga minyak yang kembali rebound menjadi katalis utama sehingga  saham saham energi komponen DOW dorong DJIA naik +258 point. Dua saham raksasa energi Chevron +0.8% dan Exxon Mobil +0.7% menjadi kontributor utama. Hal yang sama juga terjadi pada S&P 500 setelah sektoralnya melompat +1.4% setelah konfirmasi dari EIA (Energy Information Administration) telah terjadi drawdown sebanyak 10 juta barrel pekan lalu yang naik dibandingkan periode sebelumnya -2.7 juta barrel.

Masih rendahnya level volume trading di Wall Street karena market antisipasi libur Labor Day pada hari Senin pekan depan. Bila biasanya market ditransaksikan 81 juta saham, maka kemarin hanya sekitar 55 juta saham. Rendahnya volume transaksi dapat jadi pertanda potensi tingginya ayunan di market apalagi VIX masih cukup tinggi pada level 19.35 yang menjadi ukuran volatilitas.

Market sentimen bertambah 1 lagi : bila biasanya berkutat pada perang tarif dan yield inversion maka kabar dari London bahwa Ratu Inggris setujui suspensi Parlemen yang diminta oleh PM Boris Johnson menjadi signal bahwa No Deal Brexit akan menjadi pilihan berpisahnya Inggris dan Euro Union tanggal 31 Oktober 2019. Hal ini telah memberikan kekhawatiran baru yang ditandai dengan turunnya nilai Pound. Suspensi akan berlangsung mulai tanggal 9 – 12 September hingga 14 Oktober 2019 saat Ratu akan membuka sesi Parlemen kembali.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 26036.10 naik +258.20 atau +1%
  • S&P 500 : 2887.94 naik +18.78 atau +0.65%
  • NASDAQ : 7856.88 naik +29.94 atau +0.38%

Pasar Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 1.468% turun dari 1.474%
  • Surat Utang 2 tahun : Yield 1.500% turun dari  1.524%

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 98.165 naik dari 97.885 turun dari 97.960

Pasar Komoditas

  • WTI : USD 55.75 per barrel naik + USD 1.38 per barrel atau +1.5%
  • Emas (Futures) : USD 1549.10 per troy ounce turun – USD 2.70

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan  28 Agustus 2019   

  • IHSG  :  6281.646 naik +3.475 atau +0.06%
  • High 6306.329  Low 6267.195
  • Value Perdagangan : IDR 7.771 trilyun turun dari IDR 10.663 trilyun
  • Volume Perdagangan :150.75 juta lot turun dari 164.18 juta lot
  • Market Cap : IDR 7227 trilyun naik dari IDR 7223 trilyun
  • Net Buy Sell Asing : -343.64 milyar naik dari -171.26 milyar
  • Sektor Melemah  : FINANCE INFRASTRUCTURE MISC-IND PROPERTY
  • Sektor Menguat :  BASIC-IND CONSUMER MANUFACTURE MINING AGRI TRADE  

IHSG ditutup naik tipis dan mixed setelah 4 sektor turun dan 5 sektor menguat. Penguatan lebih dari +1% kelompok BASIC-IND dan CONSUMER harus diset-off dengan penurunan MISC-IND dan PROPERTY yang turun lebih dari -1%. Hal ini membuat index hanya naik marginal +3.4 point atau +0.06%. Sektor BASIC-ING paling gemilang, setelah breakout 845 kembali lanjutkan penguatan didukung oleh penguatan saham industri kimia, semen dan pakan ternak yang rata rata menguat dipimpin oleh saham Barito Pacific yang lanjutkan penguatan kembali kemarin +4%.

Masih bertahannya index kemarin diatas level EMA7 dan MA20 mulai tampak potensi golden cross. Bentukan candle black spinning top menandakan masih muncul keraguan pada index mengingat belum adanya katalis positif sehingga hanya andalkan berita aksi korporasi emiten untuk dukung penguatan.

Beberapa sektor yang sudah membentuk pola short  term UPTREND  : BASIC-IND, CONSUMER , INFRASTRUCTURE dan MANUFACTURE.

Sektor yang bentuk SIDEWAYS (candle berada diantara EMA7 dan MA20) : TRADE, PROPERTY

Sektor yang masih short term DOWNTREND : MINING, FINANCE, dan MISC-IND

MARKET HINTS

Naiknya harga komoditas minyak hari ini diharapkan bisa memberikan tenaga untuk sektor MINING yang kemarin gagal breakout area EMA7 1587. Sektor ini sudah tidak lagi membentuk lower low semenjak sentuh level terendah 1573. Beberapa saham komoditas mineral kemarin sudah mulai ada traction seperti PSAB TINS ANTM dan MDKA. Hari ini potensi saham saham energi untuk bergantian menguat.

IHSG masih akan coba keluar dari box konsolidasi 6223-6289 untuk lanjutkan penguatan. Minimnya sentimen global dan regional kecuali terkait dengan persetujuan Ratu Inggris terhadap suspensi Parlemen untuk muluskan jalan No Deal Brexit 31 Oktober 2019.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : IHSG Potensi Golden Cross Bila Break Konsolidasi 6289

Potensi Pergerakan : 6245 – 6324 

STOCK HIGHLIGHT

Hari ini ada saham yang menarik untuk diperhatikan yaitu BMRI dan HMSP  

Saham bank BUMN unggulan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sudah alami minor downtrend sejak pertengahan July 2019. Selama 3 hari terakhir saham ini sudah tidak lagi close lebih rendah dari 7000 sehingga bisa dijadikan potensi speculative buy untuk mid term. Selama harga berada diatas 7000 hold dengan target 7300-7550. Stop loss < 7000

Sudah 5 pekan saham perusahaan rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) berada di area konsolidasinya. 2790 – 3160. Selama berada dalam rentang ini bisa dijadikan trading jangka pendek sampai tunggu kepastian pembalikan arah. Selama > 2790 buy dan jual didekat area 3160. Breakout 3160 bisa dilakukan penambahan dengan target ke 3390-3530

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  ANTM APIC BRMS CPIN DKFT HMSP INCO MCAS PCAR SILO      (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : DKFT AKRA BTEK ISAT PCAR INCO BRMS BRPT TINS MEDC TBIG LPKR POWR APIC      (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami big white candle, lonjakan volume dan breakout high

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

WORKSHOP ONLINE TREND FOLLOWING

Ikuti program pembelajaran workshop SAHAMOLOGY online mulai bulan September 2019.

Investasi Rp 799,000 dapat pembelajaran online 3x, buku, audio, video serta rekening saham gratis. Semua senilai Rp 3,300,000

Daftar sekarang untuk modul Pemula TREND FOLLOWING http://sahamology.id

PROPERTY Jadi Sektor Diuntungkan Rencana Kepindahan Ibukota

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Kembali terjadinya inversion yield 2 tahun dan 10 tahun membuat bursa Wall Street semalam terkoreksi diatas -0.32% dengan DOW turun lebih dari -120 point. Semalam yield 10 tahun ada pada level 1.474% sedangkan 2 tahun 1.524%. Hal ini dianggap sebagai sinyal akan terjadinya resesi 12-18 bulan setelah inversion, hal yang sama terjadi di tahun 2007. Turunnya yield ini membuat saham saham perbankan terkoreksi. Bank besar seperti Bank of Amerika turun -1.1%, Citigroup -1.6% dan JP Morgan Chase -1%.

Sentimen dari pasar uang ini juga ditimpali oleh kabar kurang sedap dari China setelah editor surat kabar ekonomi di Beijing tekankan bahwa China akan fokus ciptakan stimulus untuk tingkatkan konsumsi dalam negeri. Hal ini akan makin mempersulit Amerika menekan China dengan perang tarif bagi produk impor ke pasar Paman Sam.

Harga minyak mentah Amerika menguat +2.4% dan untuk sementara waktu hambat penurunan 4 hari berturutnya. Hal ini ditopang oleh ekspektasi akan adanya penurunan tajam dari inventory minyak mentah Amerika mencapai –  2 juta barrel. Namun belum membaiknya demand global serta rencana Amerika tambah supply baru ke market menjadi faktor yang hambat kenaikan harga minyak. Ekspektasi ekspor minyak Amerika capai 4 juta barrel per hari tahun ini yang naik dari level 3 juta akan terus meningkat hingga level 5 juta barrel per hari tahun depan.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 25777.90 turun -120.93 atau -0.47%
  • S&P 500 : 2869.16 turun -9.22 atau -0.32%
  • NASDAQ : 7826.95 turun -26.79 turun -0.34%

Pasar Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 1.474% turun dari  1.538%
  • Surat Utang 2 tahun : Yield 1.524% turun dari 1.543%

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 97.885 turun dari 97.960

Pasar Komoditas

  • WTI : USD 54.37 per barrel naik + 73 cent atau +2.4%
  • Emas : USD 1551.91 per troy ounce naik + 35 cent atau +0.01%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan  26 Agustus 2019   

  • IHSG  : 6278.171 naik +63.661 atau +1.02%
  • High 6289.885  Low 6223.744
  • Value Perdagangan : IDR 10.663 trilyun naik dari IDR 8.924 trilyun
  • Volume Perdagangan :164.18 juta lot turun dari  170.43 juta lot
  • Market Cap : IDR 7223 trilyun naik dari  IDR 7150 trilyun
  • Net Buy Sell Asing : -171.26 milyar turun dari  -904.49 milyar
  • Sektor Melemah  : MISC-IND AGRI    
  • Sektor Menguat :  BASIC-IND MANUFACTURE PROPERTY FINANCE CONSUMER INFRASTRUCTURE TRADE MINING  

IHSG kemarin terjadi rebound yang cukup signifikan diatas +1% ditopang oleh positifnya sentimen global terkait kembalinya China – Amerika ke meja perundingan, aksi korporasi emiten dan optimisme rencana pembangunan ibukota baru. Sejak awal perdagangan market marak denagn tiga sentimen ini dan bertahan di zona hijau hingga penutupan. Sektor BASIC-IND dan PROPERTY menjadi yang paling berikan kontribusi terhadap index disamping topangan dari FINANCE CONSUMER dan INFRASTRUCTURE yang naik lebih dari +0.9%. Hanya ASII dan saham saham kelompok AGRI yang tertekan setelah hari Senin lalu menjadi sektor yang naik saat market secara umum terkoreksi.

Naiknya index +63 point membuat candle saat ini berada sedikit menembus MA20 6263 untuk minor uptrendnya. Namun sudah sejak 5 Agustus index masih berada dibawah resisten 6329 sehingga tetap sideways walaupun ada kecenderungan menguat. Bila index keluar dari resisten 6329 maka IHSG akan terkonfirmasi membentuk UPTREND LINE. Berkurangnya aksi jual asing setidaknya bisa kurangi tekanan terhadap index apalagi kemarin terjadi aksi borong hingga +112 milyar pada sektor FINANCE yang sudah sentuh titik terendah support 1229.

Saham saham PROPERTY kemarin naik daun khususnya saham APLN yang loncat +7.73% setelah dianggap memiliki prospek bagus terkait dengan pindahnya ibukota ke Kalimantan Timur. Saham BRPT menjadi primadona di perdagangan kemarin dengan naik +20.68% meninggalkan sejawatnya TPIA CPIN INTP TKIM yang hanya naik di kisaran +1% hingga +3%. Saham milik taipan Prajogo Pangestu ini break 3 level resisten 760-800-815 disertai dengan volume transaksi yang tinggi 3x rataan transaksi selama 20 hari terakhir.

MARKET HINTS

Hari ini index diperkirakan akan mixed dan potensi uji area resisten 6329. Bentukan candlestick spinning top yang  telah tembus MA20 masih sisakan keraguan investor apalagi kondisi market Global yang semalam alami kondisi yield inversion. Namun melihat dari ramainya transaksi kemarin serta masuknya kembali investor asing ke saham saham unggulan seperti BBRI BBCA UNTR BRPT  HMSP IHSG diharapkan bisa menetralisir sentimen global yang kurang baik.

Belum adanya rilis data ekonomi hingga pekan depan akan membuat index masih pada rentang konsolidasi 6149-6329 yang sudah terjadi sejak awal bulan. Penting untuk IHSG mengkonfirmasi breakout 6329 untuk membalikkan kondisi menjadi UPTREND.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : PROPERTY Jadi Sektor Yang Digadang-gadang Diuntungkan oleh Kepindahan Ibukota

Potensi Pergerakan : 6197  – 6330 

STOCK HIGHLIGHT

Hari ini ada saham yang menarik untuk diperhatikan yaitu DOID dan DIVA  

Saham kontraktor tambang PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) setelah alami sideways panjang di Juni – July lalu tertekan sejak bulan July hingga capai level terendah 342 mulai tunjukkan signal rebound. Saham saat ini sudah masuk kembali ke area EMA7 364. Speculative buy sepanjang berada diatas 364 (EMA 7) dengan target penguatan 400-474-505. Batasi resiko dengan stop loss 342.

Saham agregasi digital bisnis yang merupakan besutan KREN, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) setelah capai titik puncak 4030 alami koreksi teknikal hingga sentuh support MA20. Buy on weakness > 3890 dengan target 4030. Breakout level tersebut target 4200. Stop loss 3800

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  BRPT JSKY PPRO YELO DWGL APLN ERAA POWR SILO DEAL IMAS FIRE KOBX DOID PGAS TARA MIKA SCMA ASMI MGRO BSDE INTP DMAS BBRI UNVR CPIN     (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : DWGL TOPS NUSA MINA GIAA LSIP PGAS ISAT WEGE ADRO JPFA MYRX BNLI      (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami big white candle, lonjakan volume dan breakout high

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA