Featured SEC Suspends Crypto Firm’s Stock After Big Price Boost

Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Donec sit amet eros. Lorem ipsum dolor sit amet, consecvtetuer adipiscing elit. Mauris fermentum dictum magna. Sed laoreet aliquam leo. Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus.

4.62T Keluar dari Saham FINANCE Dorong Indexnya Turun -10.8% Sepanjang Mei 2019

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Indeks bursa global DJIA turun 4 pekan berturut setelah dalam perdagangan hari Jumat lalu terkoreksi nyaris -100 point. Walaupun sempat di teriori positif di awal perdagangan, namun kabar bahwa pembicaraan dagang antara Amerika dan China ditunda setelah Presiden Trump terapkan aturan super ketat untuk perusahaan telekomunikasi Huawei membuat index turun.

Aturan perusahaan telekomunikasi Amerika harus memiliki ijin untuk melakukan bisnis dengan Huawei telah membuat saham saham perusahaan seperti Qualcomm dan Micron Technology turun -1.6% dan -3.4%. Selain itu tertundanya pembicaraan dagang juga tekan saham saham orientasi ekspor dan yang berbasis di China seperti Apple -0.6% pada hari Jumat dan membuatnya terkoreksi -4.1% selama sepekan.

DJIA : 25764.00 turun -98.68 atau -0.38%

S&P 500 : 2859.53 turun -16.79 atau -0.58%

NASDAQ : 7816.29 turun -81.76 atau -1.06%

Yield surat utang stabil setelah data sentimen konsumen capai level tertingginya selama 15 tahun. Pandangan konsumen adalah secara keseluruhan ekonomi berada dalam kondisi baik dengan outlook jangka pendek dan menengah sesuai dengan level tertinggi di 2004

Surat Utang 10 tahun : Yield 2.392% naik dari 2.391%

Friksi yang terjadi antara EU dan Italy menjelang Pemilu Eropa membuat demand terhadap Euro melemah. Apalagi masih dibumbui kekhawatiran pengaruh bila PM UK Theresa May mengundurkan diri sebelum Brexit. Dua hal ini membuat trader fokus memburu USD sehingga menguat terhadap 6 mata uang utama dunia. Selain itu AUD terpukul ke level terendah sejak 3 Januari terpicu eskalasi ketegangan tarif China.

Dollar Index : 97.852 naik dari 97.678

Walaupun turun dalam perdagangan hari Jumat namun sepanjang pekan harga minyak terapresiasi +1.8% dipicu oleh rendahnya supply karena ketegangan antara Iran dan Amerika sehingga membuat supply OPEC semakin turun sepanjang bulan Mei 2019. Arab Saudi juga menuduh pihak Iran berada di belakang serbuan dua kapal tankernya di Fujairah.

WTI : USD 62.76 per barrel turun -11  cent

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 17 Mei 2019 

  • IHSG : 5826.868 turun -68.870 atau -1.17%
  • High 5936.970  Low 5826.868
  • Market Cap : 6651 trilyun
  • Volume Perdagangan : 170.57 juta lot
  • Value Perdagangan : IDR 7.23 trilyun
  • Net Buy Sell  Asing : -789.29 milyar naik dari – 458.11 milyar
  • Sektor Melemah  : FINANCE BASIC-IND MISC-IND CONSUMER PROPERTY INFRASTRUCTURE TRADE
  • Sektor Menguat :AGRI MINING  

IHSG kembali terkoreksi  -1.17% di perdagangan hari Jumat sehingga membuat total koreksi index sepanjang sepekan -6.2% dan menjadi pekan terburuk bursa sepanjang tahun 2019. Penurunan ini telah membuat index terkoreksi -9.7% di bulan Mei 2019  dan membawa index ke level terendah 2019 di 5826.

Tekanan global terkait perang dagang, sentimen dalam negeri terkait dovishnya Bank Indonesia, tingginya defisit perdagangan di bulan April dan masih tingginya tensi politik terkait Pilpres membuat market makin terkoreksi. Terlebih lagi asing semakin intens melakukan net sell hingga total -7.83 trilyun sejak awal bulan Mei 2019 dengan lebih dari setengahnya atau -4.62 trilyun dari saham saham FINANCE. Hingga dorong index sektoral FINANCE terkoreksi -6.4% sepekan atau -10.8% sepanjang Mei 2019. Hanya AGRI BASIC-IND dan TRADE yang masih catatkan inflow net buy mini hingga 200 milyar dari investor asing.

Pertahanan terluar dari IHSG adalah support 5557 yang pernah dicapai pada bulan Agustus 2018 saat index terkoreksi sejak awal Mei 2018. Titik terang ada di sektor AGRI dan MINING yang di perdagangan Jumat kemarin menjadi dua sektor yang sedikit menguat ditengah pelemahan masif dari sektor FINANCE dan INFRA. Walaupun Jumat lalu perdagangan diramaikan oleh saham saham IPO dan lapis ketiga setidaknya memberikan peluang bagi Fast Trader saat saham saham bluechip makin terkoreksi menjauh dari level resisten MA200 nya.

Tone dan Manner perdagangan hari ini : 4.62 Trilyun Keluar dari Saham FINANCE Dorong Indexnya Turun -10.8% Sepanjang Mei 2019

Potensi Pergerakan Index : 5753 – 5900

STOCK HIGHLIGHT

MNCN sebagai salah satu perusahaan media terkemuka di Indonesia kembali memantul dari level support MA20 nya dan menjadi peluang Buy On Weakness dengan target 980. Bila break area tersebut maka harga bisa berlanjut ke level 1050-1095. Dalam perdagangan hari Jumat lalu investor masih melakukan akumulasi terhadap saham ini yang didominasi oleh 3 sekuritas asing CGS-CIMB, Morgan Stanley, Merril Lynch serta broker papan atas BUMN Danareksa. Investor asing masih mengkoleksi saham ini dengan nilai inflow sepanjang Mei 2019 capai +78.46 milyar.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  ASSA BTPS MNCN  (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  IIKP ZINC ASSA GIAA LPKR WIKA INDY PTPP MNCN LUCK SSMS  ( hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

Tertekan Di Bawah Level Psikologis 6000 IHSG Cari Peluang Untuk Technical Rebound dan Terkonsolidasi

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Setelah sempat terkoreksi -190 point di awal pembukaan, Wall Street akhirnya rebound pada perdagangan seteleh Presiden Trump menunda penerapan tarif produk otomotif khusunya dari Europe sampai dengan 6 bulan ke depan. Hal ini sontak membuat saham saham pabrikan mobil menanjak seperti Ford +1.2% GM +0.9% dan Fat Chrysler +1.9%.

Dua saham heavy weight di DOW dan NASDAQ juga menanjak kemarin dengan alasan yang berbeda. Boeing +0.8% setelah FAA menyatakan produsen pesawat yang bermasalah dengan type 737 Max akan segera menyampaikan software upgrade. Sedangkan Alphabet naik +4.1% setelah Deutsche Bank melakukan upgrade target harganya menjadi USD 1400.

Dari data ekonomi : angka penjualan retail di April turun -0.2% hal ini jauh dibawah ekspektasi analis yang memproyeksikan kenaikan +0.2%. Sementara dari China data produksi industrinya hanya tumbuh +5.4% menjadi yang terendah sejak tahun 2003.

DJIA : 25648.02 naik +115.97 atau +0.45%

S&P 500 : 2580.96 naik +16.55 atau +0.58%

NASDAQ : 7822.15 naik +87.65 atau 1.13%

Keluarnya data ekonomi Amerika terkait perdagangan retail dan produksi industri China yang dibawah ekspektasi membuat yield surat utang turun. Pelaku pasar sedikit khawatir mengenai pengaruh jangka panjang dari tarif dagang baru yang dapat turunkan pertumbuhan ekonomi kedua negara adidaya.

Surat Utang 10 tahun : Yield 2.3725 turun dari  2.410%

Walaupun data yang dirilis oleh Jerman menunjukkan aktivitas ekonomi yang kembali tumbuh positif di kuartal pertama ternyata tidak mampu dorong Euro dari level terendahnya sepekan. Lemahnya data ekonomi China juga dorong valuta Australia melemah, mengingat tingginya ketergantungan terhadap aktivitas ekonomi di negara Tirai Bambu.

Dollar Index : 97.357 naik dari 97.350

Ketegangan di Timur Tengah mampu tekan data memgenai kenaikan inventory minyak mentah Amerika yang mendadak naik +5.4 juta barrel dari estimasi penurunan -800ribu barrel. Hal ini membuat harga minyak mentah tetap naik.

WTI : USD 62.02 per barrel naik +24 cent

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 15 Mei 2019 

  • IHSG : 5980.89 turun  – 1.48%
  • High  6107.44 Low 5980.89
  • Net Buy Sell  Asing : – 458.11 milyar turun dari – 998.81 milyar
  • Sektor Melemah  : AGRI FINANCE BASIC-IND MISC-IND CONSUMER PROPERTY MINING INFRASTRUCTURE TRADE
  • Sektor Menguat :tidak ada

IHSG gagal mengikuti sentimen global dan regional yang naik di perdagangan kemarin setelah keluarnya data neraca perdagangan April 2019 di bawah ekspektasi. Walaupum awalnya bursa mengalami rebound dan sempat ke level 6100 namun terkapar hingga penutupan disebabkan defisit perdagangan mencapai level terburuk sejak kemerdekaan. Ekspor yang turun -13.1% dan impor yang turun -6.58% membuat deficit perdagangan capai – USD 2,5 milyar. Padahal konsensus analis deficit hanya akan mencapai level – USD 497 juta.

Buruknya data ekonomi ini membuat market tertekan dan index terus merosot hingga di bawah level angka psikologis 6000. Asing kemarin masih melakukan aksi jualnya walaupun sudah berkurang -50% dari beberapa hari sebelumnya. Saham saham big caps unggulan seperti BBRI BBNI BBCA TLKM ICBP menjadi sasaran aksi jual dengan 2 tertinggi diatas -100 milyar adalah BBRI -342M dan BBNI -163M. Di sisi lain secara selektif asing melakukan aksi beli pada saham BMRI 121M MAPI 51M dan ASII +42M.

Hari ini setelah tertekan di bawah dua level angka : MA200 dan psikologi 6000 diperkirakan index akan mencoba untuk technical rebound ke level 6000 kembali. Perlu dicatat bahwa jangan melakukan aktivitas beli dalam jumlah banyak ketika market terkoreksi seperti ini, walaupun terlihat oversold namun outlook IHSG masih tertekan.

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Tertekan Di Bawah Level Psikologis 6000 IHSG Cari Peluang Untuk Technical Rebound dan Terkonsolidasi

Potensi Pergerakan Index : 5938 – 6065

STOCK HIGHLIGHT

BBRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia mengalami tekanan jual  yang cukup besar dari investor asing  hingga mencapai level outflow -1.63 Trilyun. Hal ini membuat saham nya terkoreksi dari level 4420 di awal bulan Mei sampai ke 3890 kemarin. Koreksinya telah mencapai -12% dari posisi harga tanggal 2 Mei atau -17.7% dari level harga tertinggi pasca Pilpres 18 April 2019. Walaupun saham ini masih berada di atas MA200 namun masih ada potensi pelemahan hingga mendekati level MA200 nya di 3580. Direkomendasikan dapat melakukan pembelian saat memantul dari level MA200 atau saat sudah berada diatas 4060 untuk jangka pendek.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  ACES BUVA ISSP LAND   (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  FIRE BUVA LAND CASA ZINC LSIP BNLI GIAA LUCK ISSP MAPI  ( hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

IHSG Potensi Rebound Untuk Sell On Strength Saham Yang Dibeli Spekulatif Kemarin

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Wall Street mengalami rebound pada perdagangan kemarin setelah tensi antara China – Amerika terkait perang tarif mulai mereda. Apalagi dengan pernyataan terbaru dari Presiden Trump bahwa kedua negara akan kembali ke perundingan untuk bicarakan kesepakatan dagang yang win win.

Saham saham sektor keuangan dan teknologi menjadi pendorong utama rebound nya 3 index utama di Wall Street. Bank bank besar rebound dan topang S&P seperti Citigroup, Bank of America dan J.P Morgan Chase yang naik antara +0.8% hingga lebih  dari +1%. Sedangkan saham berorientasi export dan terpapar dengan tarif dagang China – Amerika juga melaju : Boeing +1.7% Apple +1.6% dan Caterpillar +1.7%.

Kondisi ini kemungkinan hanya bersifat sementara karena market masih menunggu kabar selanjutnya dari sengketa dagang ini yang semakin meruncing saat ekspektasi pekan lalu sudah ada resolusinya.

DJIA : 25532.05 naik +207.06 atau +0.82%

S&P 500 : 2834.41 naik +22.54 atau +0.80%

NASDAQ : 7734.49 naik +87.47 atau +1.14%

Recoverynya bursa saham terdorong membuat investor kembali melirik aset yang beresiko ditengah ketidak pastian resolusi konflik dagang China – Rusia yang menurut Trump akan ada titik terang dalam 3-4 minggu ini. Hal ini membuat yield surat utang naik sementara waktu.

Surat Utang 10 tahun : Yield 2.410% naik dari  2.396%

Optimisme bahwa dalam 3-4 minggu ke depan ada titik terang dari sengketa dagang China – Amerika membuat Yuan dan Dollar Australia menguat. Munculnya appetite terhadap mata uang negara berkembang ini dorong Yen dan Swiss Franc turun sehingga membuat USD menguat.

Dollar Index : 97.350 naik dari 97.085

Muncul masalah baru di Timur Tengah setelah Saudi menemukan ada potensi serangan menggunakan drone ke fasilitas dan jalur minyak di dekat Riyadh. Hal ini dianggap akan ganggu supply minyak yang sudah semakin terbatas.

WTI : USD 61.86 per barrel naik + 82 cent atau +1.7%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 14 Mei 2019 

  • IHSG  :6071.202 turun 64.194 atau -1.05%
  • High 6101.090  Low 6033.618
  • Market Cap : IDR 6929 trilyun turun dari IDR 7003 trilyun
  • Value Perdagangan :IDR 8.79 trilyun naik dari  IDR 6.66 trilyun
  • Volume Perdagangan : 130.51 juta lot naik dari 104.30 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing : – 998.81 milyar naik dari -694.78 milyar
  • Sektor Melemah  : AGRI FINANCE BASIC-IND MISC-IND CONSUMER PROPERTY MINING INFRASTRUCTURE
  • Sektor Menguat : TRADE

Seperti hal nya bursa dunia lainnya, IHSG dibuka “gap down” karena under psikologis akibat sentimen negatif global : turunnya index DOW – 600 point dan penerapan tarif dari China sebagai balas dendam terhadap Amerika. Dari 9 sektor yang ada di bursa, hanya sektor TRADE yang positif kemarin selebihnya berada di zona merah.

Perdagangan relatif ramai karena beberapa investor lokal melakukan spekulasi pembelian terbawa efek  “SAHAM MURAH TERDISKON” dan berharap adanya technical rebound hari ini. 3 saham BUMN besar : PTBA SMGR dan PGAS kemarin mengalami kondisi ini sehingga ramai diperdagangkan dengan volume yang tinggi. PTBA 163M, SMGR 96M dan PGAS 95M. Banyak yang berasumsi bahwa saham ini sudah terkoreksi cukup dalam sehingga saatnya untuk melakukan pembelian.

Asing masih melanjutkan aksi jualnya hingga mendekati – 1 Trilyun, bila tidak ditopang oleh pembelian di pasar negosiasi hingga + 224 milyar dapat dipastikan sudah berada diatas -1,2 Trilyun besaran saham yang dibuang oleh asing kemarin. Ada 5 saham yang kemarin masih di beli di pasar nego oleh asing yaitu LPPF +120M, BBCA +38M, BRPT  +35M , MKPI + 31M dan SMGR +14M.

Hari ini index diperkirakan akan mengalami rebound ikuti pergerakan bursa global dan regional. Namun masih ada catatan khusus untuk bursa kita mengingat masih tingginya nilai USD terhadap IDR yang sudah di level 14430 per dollarnya. Bentuk candlestick yang black doji serta ada gap antara 6103 – 6136 menjadi resisten yang perlu diselesaikan dengan baik. Outlooknya index masih akan terus tertekan karena saat ini sudah berada di bawah level MA20-MA50-MA200 6412-6347-6154 sehingga perjuangan untuk berbalik arah cukup besar.

Kalaupun terjadi pullback ke area resisten 6154 akan lebih banyak untuk spekulasi Sell on Strength dari saham saham yang masih downtrend untuk kemudian lanjutkan penurunannya kembali.

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Potensi Technical Rebound Untuk SOS Saham Yang Dibeli Spekulatif Kemarin

Potensi Pergerakan Index : 6036-6171

STOCK HIGHLIGHT

PTBA sebagai salah satu overweight di sektor MINING telah terkoreksi cukup dalam dari level 4150 ke level 3000. Setelah gagal break out 4150 tanggal 25 April lalu saham ini cenderung turun dan berada di bawah garis MA20 dan EMA7 sebagai resistennya. Setelah keluar dari area bollinger band beberapa hari, saham ini kemarin menguat dan masuk kembali ke dalam band nya. Bila hendak melakukan spekulasi terhadap saham ini pastikan candle hari ini sudah close diatas 3120 dan untuk selanjutnya harga berada diatas EMA7 3220.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  BMTR ESTI HRUM MINA   (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  MINA FIRE MTWU WEGE MNCN SOCI HRUM LUCK MAMI ASRI ABBA BMTR ESTI ASMI ERAA ESSA PTBA SRIL  ( hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

Investor Sebaiknya Tahan Diri Setelah IHSG Breakdown MA200

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Keputusan China untuk membalas Amerika dengan terapkan tarif tambahan bagi USD 60 milyar produk Paman Sam membuat bursa global rontok. DJIA turun lebih dari – 600 point merespond  hal itu.Emiten emiten berorientasi ekspor dan yang memiliki pabrikan di China sangat terpukul dengan hal ini seperti Apple dan Caterpillar. Index saham saham teknologi di NASDAQ kemarin menjadi penurunan harian paling tajam tahun ini. Sedangkan untuk index S&P 500 hanya sektor utilitas dan real estate yang tetap ditutup positif dalam perdagangan semalam.

Sejak pekan lalu saham saham dalam DJIA terpukul dan terpuruk sejak Presiden Trump berkomentar tajam di Twitter akhir pekan tanggal 5 Mei 2019. 5 perusahaan yang mengalami penuruan paling dalam adalah Intel -13.4% Apple -12.4% Boeing -10.3% Caterpillar -9.7% dan United Technology -6.9%   

DJIA : 25324.99 turun -617.38 atau -2.38%

S&P 500 : 2811.87 turun -69.53 atau -2.41%

NASDAQ : 7647.02 turun -269.92 atau -3.41%

Cepatnya respond China membalas sikap Amerika dalam perang tarif membuat investor fokus mencari aman dengan membeli surat utang Amerika sehingga membuat harganya naik dan menekan yield-nya

Surat Utang 10 tahun : Yield 2.396 turun dari 2.428%

Chinese Yuan jatuh ke level terendah terhadap USD setelah masing masing negara memberikan tarif tambahan untuk produk yang berasal dari dua adidaya ekonomi itu.

Dollar Index : 97.085 turun dari 97.088

Masalah di industri minyak menjadi bertambah. Belum selesai ketegangan di Timur Tengah terkait serangan terhadap kargo komersial di area Fujairah dekat Selat Hormuz. Kini perang tarif Amerika – China dipastikan akan ganggu aktivitas produksi yang akan melambat dan berujung pada kurangnya demand bahan bakar.

WTI : USD 61.04 per barrel turun -1% atau -62 cent

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 13 Mei 2019 

  • IHSG  : 6135.396 turun -73.722 atau -1.19%
  • High 6238.262  Low 6135.396
  • Market Cap : IDR 7003 trilyun turun dari IDR 7087 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 6.66 trilyun turun dari  IDR 7.85 trilyun
  • Volume Perdagangan : 104.30 juta lot turun dari  123.4 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing : -694.78 milyar turun dari – 897.55 milyar naik dari -354 milyar
  • Sektor Melemah  : AGRI FINANCE BASIC-IND MISC-IND CONSUMER PROPERTY TRADE MINING INFRASTRUCTURE
  • Sektor Menguat : tidak ada

Setelah sempat menguat di 1 jam perdagangan index terus melaju turun mengikuti irama sentimen negatif global. Apalagi setelah China putuskan membalas Amerika dengan terapkan tarif baru untuk USD 60 milyar produk made in America per 1 Juni 2019. Tidak ada sektor yang menguat semua terkoreksi dengan penurunan paling tajam di sektor BASIC-IND dan PROPERTY.

Dalam perdagangan yang relatif sepi karena investor cenderung bertahan, wait and see namun tidak surutkan investor asing untuk melanjutkan aksi jualnya hingga mendekati -700 milyar.

Index kemarin sudah breakdown dari area MA200 yang merupakan area pertahanan sebuah market cukup menarik untuk diikuti sebagai investasi. Posisi candle yang close dibawah MA200 6153 ini menjadi signal bahwa sebagai investor ada baiknya tidak lebih dulu berspekulasi masuk ke market sampai trend penurunannya selesai. Selanjutnya index akan coba untuk uji area support versa 6114-6115 yang merupakan area support saat terjadi konsolidasi panjang antara bulan Mei – November 2018 lalu. Saat index bergerak bulanan di rentang panjang 5557-6114.

Dalam kondisi seperti ini sebaiknya tidak mencoba coba untuk masuk ke market dengan pertimbangan harga sedang terdiskon. Lebih baik untuk menunggu momentum yang tepat hingga market bersahabat. Bila memang tetap ingin bertransaksi gunakanlah trend trend pendek/minor untuk trading atau melakukan intraday trading bagi mereka yang sudah memiliki knowledge dan skillnya.

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Investor Sebaiknya Wait And See Setelah Market Break MA 200

Potensi Pergerakan Index : 5998  – 6203

STOCK HIGHLIGHT

Salah satu produsen kabel untuk proyek proyek PLN ini telah mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan sejak tanggal 11 April 2019 masuk GREEN ARROW pada aplikasi TEMAN TRADER di harga 334. Setelah alami golden cross EMA7 dan MA20 saham ini tanpa henti tetap berada di atas dua garis trend ini hingga kemarin close di 540. Untuk yang sudah memiliki saham ini bisa dihold dengan cara melakukan trailing gunakan last candlenya. Contoh bila hari ini close dibawah 500 maka menjadi signal untuk Sell On Strength.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  BOGA RALS  (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  CLEO KBLI CASA JTPE LUCK  ( hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

ANNOUNCEMENT TETRA

Workshop Mentoring SAHAMOLOGY batch 7-10  untuk cetak trader sesuai dengan style personal sudah dibuka kembali untuk Periode July 2019. Dua kota sekaligus : Semarang dan Jakarta. 
Promo Awal harga khusus Rp 699k hanya akan berlaku hingga Sabtu lalu mengalami perubaha Rp 899k dari harga normal Rp 1.499k

Daftar sekarang di http://sahamology.id  atau via Tokopedia http://tokopedia.com/tetraxchange

BBRI BBCA dan BMRI Jadi Saham yang Paling Banyak Dijual Asig

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Setelah sempat tergelincir hingga -358 poin intraday, DOW berhasil berbalik naik 450 point dan tutup naik +114 point setelah komentar Presiden Trump bahwa pembicaraan dagangan dengan China masih akan terus dilanjutkan. Kenaikan tarif dari 10% menjadi 25% terhadap USD 200 milyar produk China telah diimplementasikan pada hari Jumat lalu. Pemerintah Amerika belum memastikan apakah tarif ini akan tetap atau akan dihapus di kemudian hari.

Kenaikan pada hari Jumat tetap gagal membawa index global pada zona hijau sepekan. S&P500 telah kehilangan setidaknya -2.2% dengan saham saham semikonduktor/pembuat chip turun mendekati -6%.

Market masih terus mencermati progress dari perang tarif antara Amerika – China termasuk langkah pemerintah Tirai Bambu merespond kenaikan tarif dari Amerika di level 25%. Walaupun belum terjadi kesepakatan dagang antara China – Amerika namun Presiden Trump dan President Xi dijadwalkan akan bertemu bulan Juni saat KTT G-20 di Jepang.

Index Future saat ini – 200 point yang mengindikasikan peluang pembukaan DJIA dapat terkoreksi -150 point.

DJIA : 25942.37 naik +114.01 atau +0.44%

S&P 500 : 2881.40 naik 10.68 atau +0.37%

NASDAQ : 7916.94 naik +6.35 atau +0.08%

Naiknya tarif dagang untuk produk China senilai USD 200 milyar menjadi 25% telah membuat market melirik investasi di surat utang negara Amerika sebagai safe haven. Hal ini menekan yield surat utang turun karena terjadi peningkatan harga surat utang.

Surat Utang 10 tahun : Yield 2.428% turun dari 2.453%

USD melemah terhadap 6 mata uang dunia lain setelah market melihat potensi kompromi antara China – Amerika. Walaupun tarif baru sudah diterapkan namun market masih melihat potensi pembicaraan masih akan terus berlanjut hingga jelang KTT G20 di Jepang bulan Juni 2019. Posisi ini membuat USD menguat terhadap Yen +0.2% dan Swiss Franc +0.41%

Dollar Index : 97.088 turun dari 97.203

Harga minyak terkoreksi tipis setelah sentimen perang tarif antara China – Amerika bisa ditopang oleh masih rendahnya supply minyak dunia setelah OPEC & Russia tetap pada koridor untuk tidak menaikan output minyaknya.

WTI : USD 61.66 per barrel turun – 4 cent

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 10 Mei 2019 

  • IHSG  : 6209.118 naik +10.314 atau +0.17%
  • High 6232.664  Low 6149.220
  • Market Cap : IDR 7087 trilyun naik dari IDR 7073 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 7.85 trilyun turun dari IDR 11.73 trilyun
  • Volume Perdagangan :  123.4 juta lot turun dari 141.70 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing : – 897.55 milyar naik dari -354 milyar
  • Sektor Melemah  : AGRI FINANCE
  • Sektor Menguat : BASIC-IND MISC-IND CONSUMER PROPERTY TRADE MINING INFRASTRUCTURE

IHSG melaju seperti roller coaster dalam perdagangan hari Jumat. Sempoat naik di 1 jam pertama pembukaan kemudian melemah ke level 6419 jelang jeda sesi 1 dan kemudian rebound masuk ke zona hijau 1 jam jelang penutupan. Walaupun volume perdagangan relatif kecil namun setidaknya dapat digunakan oleh beberapa trader untuk melakukan sell on strength atau fast trading.

Investor asing masih melanjutkan aksi jualnya mendekati – 900 milyar dengan target utama masih pada saham saham perbankan besar seperti BBCA BBRI BMRI BBNI serta saham kapitalisasi besar seperti TLKM dan ASII. Dua saham ini tertekan dan terus dijual oleh asing karena akan dikeluarkan dari daftar index FTSE Value-Stock ASEAN Index yang akan alami perubahan efektif 20 Mei 2019. Saham GGRM menjadi pendatang baru sedangkan saham  yang keluar dari index ini adalah TLKM ASII INDF dan UNTR.

Sepanjang pekan lalu index terkoreksi -1.7% dan telah membentuk candle yang lebih rendah dari pekan sebelumnya. Bentuk candle yang Black Spinning Top menjadi penanda bahwa market masih belum memiliki arah dan berpotensi sideways selama sepekan di rentang 6150-6320. Outlook terburuknya adalah index akan menguji area support 6115 sebagaimana yang terjadi di bulan Agustus 2018.

Selama seminggu dari 6-10 Mei 2019, asing mencatatkan total net sell sebesar -3.04Trilyun dengan 5 net sell terbesar pada saham BBRI (-1,22T) BBCA (-600M) BMRI (-426M) BBNI (-413M) dan ASII (-245M). Selain itu masih ada saham saham lain yang catatkan nilai jual asing lebih dari – 100 milyar antara lain BDMN, TLKM, SMGR, PGAS dan UNVR

Hari ini index masih akan wait and see melihat perkembangan dari global yang masih meradang setelah implementasi tarif baru 25% untuk produk China. Index sepanjang sepekan masih akan bergerak dalam rentang lebar 6115 – 6320

Tone dan Manner perdagangan hari ini : BBRI BBCA dan BMRI menjadi Saham Yang Paling Banyak Dijual Asing Sepanjang Sepekan

Potensi Pergerakan Index : 6115 – 6240

STOCK HIGHLIGHT

Sepanjang sepekan saham FREN telah mengalami kenaikan hingga 6.3%. Minor uptrendnya masih terus berlanjut dan kemarin telah break area resisten 326. Investor asing masih melanjutkan aksi beli +43.88 milyar terhadap saham ini disaat cenderung melakukan aksi jual secara umum. Target kenaikan FREN adalah hingga ke 356. Untuk yang sudah punya saham ini dapat tetap hold hingga trendnya patah saat harga berada dibawah level EMA7 nya atau saat gagal break 356 untuk lanjutkan kenaikan.  

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  DMAS JSKY KAEF  (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  FILM ERAA JTPE KAEF KBLI LUCK CAKK MAMI GIAA MEDC PWON BTEK WSKT GMFI TARA DYAN BUMI ISAT INKP  ( hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

ANNOUNCEMENT TETRA

Workshop Mentoring SAHAMOLOGY batch 7-10  untuk cetak trader sesuai dengan style personal sudah dibuka kembali untuk Periode July 2019. Dua kota sekaligus : Semarang dan Jakarta. 
Promo Awal harga khusus Rp 699k hingga minggu ini dari  harga normal Rp 1.499k

Daftar sekarang di http://sahamology.id  atau via Tokopedia http://tokopedia.com/tetraxchange

Asing Catat Outflow Terbesar Sepanjang Tahun 2019 : – 1,55 Trilyun Kemarin

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Wall Street lanjutkan aksi jualnya minggu ini dan membuat ketiga index nya tertekan di perdagangan hari Kamis. Walaupun pembicaraan dagang sedang berlangsung namun efektif hari Jumat tengah malam tarif baru akan berlaku secara efektif.

Sepanjang pekan DOW telah terkoreksi lebih dari -650 point sedangkan S&P telah terpangkas sekitar -2.5% setelah pernyataan Trump terkait penerapan tarif tambahan 15% menjadi total 25% terhadap USDd 200 milyar produk dari China.

Saham saham perusahaan chip semikonduktor seperti Nvidia dan Micron terkoreksi -2.1% dan -1.2%. Perusahaan teknologi menjadi yang paling dalam penurunannya sepanjang pekan ini hingga -6%.

Menambah keresahan investor yang sudah terpukul oleh eskalasi perang tarif ini, kurva yield surat utang kembali mengalami inversion dimana yield utang jangka panjang lebih rendah dari yield utang jangka pendek. Sehingga dapat jadi indikasi potensi resesi ekonomi di Amerika.

Keresahan investor dapat dilihat dari tingginya Volatility Index dari saham S&P 500 yang mencapai level tertinggi 23.38 sejak 4 Januari 2019. Semakin besar angka nya semakin besar peluang index untuk terus turun.

DJIA : 25828.36 turun -138.97 atau -0.54%

S&P 500 : 2870.72 turun -8.7 atau -0.30%

NASDAQ : 7910.59 turun -32.73 atau -0.41%

Meningkatnya potensi perang tarif antara China – Amerika telah mentrigger indikator terjadinya resesi dengan turunnya yield surat utang 10 tahun dibawah yield 3 bulan. Dari data ekonomi defisit perdagangan Amerika naik +1.5% ke level USD 50 milyar. Selain itu inflasi produsen pada level 0,2% sesuai dengan ekspektasi para analis.

Surat Utang 10 tahun : Yield 2.453% turun dari  2.485%

Makin dekati deadline penerapan tarif dagang baru tambahaan 15% untuk USD 200 milyar produk China membuat pasar valuta mencari mata uang safe haven seperti Yen dan Swiss Franc. Dua mata uang ini menguat terhadap USD.

Dollar Index : 97.203 turun dari 97.375

Ketegangan tensi perdagangan antara China – Amerika membuat kekhawatiran akan permintaan minyak global. Apalagi China menjadi importir minyak terbesar dunia dengan rataan 10.64 juta barrel per hari.

WTI : USD 61.70 per barrel turun – 42 cent

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 9 Mei 2019 

  • IHSG  : 6198..804 turun -71.398 atau -1.14%
  • High  6259.627  Loww 6195.386
  • Market Cap : IDR 7073 trilyun turun dari  IDR 7154 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 11.73 trilyn naik dari IDR 8.50 trilyun
  • Volume Perdagangan :  141.70 juta lot turun dari 147.07 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing : -354 milyar turun dari +536.22 milyar
  • Sektor Melemah  : AGRI MINING BASIC-IND MISC-IND FINANCE PROPERTY TRADE INFRASTRUCTURE
  • Sektor Menguat : CONSUMER

Sejak awal perdagangan IHSG tertekan terpengaruh sentimen negatif mengenai rencana penerapan additional tarif bagi produk China hingga 25% oleh Amerika yang akan diberlakukan mulai hari Jumat. Seperti halnya bursa lain di dunia, IHSG terimbas oleh sentimen negatif tersebut. Tekanan ini telah membuat index keluar dari level support 6232-628 dan angka psikologi 6200.

Hampir semua sektor terkoreksi kecuali CONSUMER yang masih naik +0.61% semata karena kenaikan dari dua saham unggulannya HMSP +5.65% dan GGRM +2.46%. Tanpa kenaikan dua saham yang punya kontribusi cukup besar pada index ini maka IHSG pasti akan terkoreksi lebih dalam lagi. Saham saham unggulan di LQ45 juga terkoreksi hingga -1.74% setelah saham saham utama seperti BBCA BBRI TLKM BMRI UNVR dan ASII terkoreksi. Turunnya ASII membuat sektor MISC-IND turun hingga -2.55% dan turunnya TLKM membuat INFRA turun -1.74%.

Dominasi aksi jual asing memuncak kemarin dengan total catatan net sell hingga -1.55 trilyun. Ini adalah net sell asing terbesar sejak awal bulan dan menjadi yang terburuk sejak 28 Februari 2019 saat terjadi aksi jual senilai -1.24 trilyun. Saham saham perbankan unggulan menjadi sasaran jual asing seperti BBRI BBCA BBNI BMRI selain ASII dan TLKM.

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Asing Catatkan Outflow Net Sell  -1.55 Trilyun, Terburuk Sepanjang Tahun 2019

Potensi Pergerakan Index : 6153 – 6240

STOCK HIGHLIGHT

Saham BTPS menjadi salah satu saham yang secara konsisten terus diakumulasi oleh investor asing sejak awal bulan Mei 2019. Jumlah total akumulasi sejak awal bulan mencapai level +630.22 milyar . Selain itu harga saham juga terus menanjak : 2 Mei harga di 2510 dan dipenutupan 9 Mei sudah di level 2700. Trend kenaikan secara signifkan sudah dimulai sejak 16 April 2019 hingga sekarang. Untuk yang sudah punya saham ini dapat tetap hold hingga trendnya patah saat harga berada dibawah level EMA7 nya. 

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  ANDI HKMU HMSP MARI (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  MINA ANDI WOOD HMSP BDMN GIAA HOME LUCK NUSA FORZ  ( hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

ANNOUNCEMENT TETRA

Workshop Mentoring SAHAMOLOGY batch 7-10  untuk cetak trader sesuai dengan style personal sudah dibuka kembali untuk Periode July 2019. Dua kota sekaligus : Semarang dan Jakarta. 
Promo Awal harga khusus Rp 699k untuk 15 pendaftar pertama setiap batch dari harga normal Rp 1.499k

Daftar sekarang di http://sahamology.id  atau via Tokopedia http://tokopedia.com/tetraxchange

Asing Net Sell 1,81 Trilyun di Mei 2019, Terbesar dari FINANCE dan INFRA

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Walaupun sempat dibuka menguat dengan ekspektasi bahwa team perunding China akan tetap mentuntaskan negosiasi dagang dengan Amerika, namun Wall Street berakhir mixed dan flat. Dalam perdagangan yang volatile, DJIA yang saat awal perdagangan dibuka diatas +40 point akhirnya harus menyerah dan hanya naik tipis  + 2 point.  Pelaku pasar masih belum yakin mengenai kemungkinan output dari negosiasasi dagang yang dimulai sejak Rabu hingga Sabtu di Washington.

DOW telah kehilangan hampir -540 point di perdagangan Senin dan Selasa, sedangkan S&P dan NASDAQ telah turun lebih dari -2% setelah mencapai level tertingginya pekan lalu. Komentar Presiden Trump yang terkesan flip flop membuat market meradang. Saat Trump berkomentar negatif, market merespond negatif. Presiden berkomentar positif, market timbul optimisme. Hal ini sudah terjadi sejak tahun lalu.

Sesi penyampaian laporan keuangan emiten S&P nyaris rampung dengan 88% emiten S&P 500 telah sampaikan pencapaian labanya. Laba perusahaan mampu mengalahkan estimasi analis sebanyak 6.7% dengan 73% emiten melampaui estimasi labanya.

DJIA : 25967.33 naik +2.24 atau +0.01%

S&P 500 : 2879.42 turun -4.63 atau -0.16%

NASDAQ : 7943.32 turun -20.44 atau -0.26%

Yield surat utang Amerikan naik tipis setelah investor mulai memonitor negosiasi dagang antara China Amerika yang dimulai hari Rabu. Market juga cermati pengaruhnya terhadap momentum ekonomi Amerika termasuk potensi balas dendam dari China untuk menaikkan tarif terhadap produk USA.

Surat Utang 10 tahun : Yield 2.485% naik dari 2.448%

USD diperdagangkan flat setelah pelaku pasar mencermati peluang pemangkasan suku bunga bila Amerika serious melakuan kenaikan tarif menjadi 25% atas USD 200 milyar produk dari China.

Dollar Index : 97.375 turun dari 97.399

Turunnya inventory minyak mentah Amerika picu kenaikan harga minyak diperdagangan kemarin. Data mencatat terjadi kenaikan 4 juta barrel dari ekspektasi penurunan -1,2 juta barrel. China menjadi importir terbesar minyak mentah, catatan di bulan April menunjukkan rata rata impor negeri Tirai Bambu ini capai 10.64 juta barrel per hari.

WTI : USD 62.12 per barrel  naik +72 cent atau +1.2%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 8 Mei 2019 

  • IHSG  : 6270.202 turun -27.116 atau -0.43%
  • High  6270.884  Low 6231.363
  • Market Cap : IDR 7154 trilyun turun dari IDR 7185 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 11.73 trilyn naik dari IDR 8.50 trilyun
  • Volume Perdagangan :  141.70 juta lot turun dari 147.07 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing : -354 milyar turun dari +536.22 milyar
  • Sektor Melemah  : AGRI MINING CONSUMER BASIC-IND MISC-IND FINANCE PROPERTY TRADE INFRASTRUCTURE
  • Sektor Menguat : Tidak Ada

Sejak awal perdagangan IHSG tertekan terpengaruh sentimen negatif mengenai rencana penerapan additional tarif bagi produk China hingga 25% oleh Amerika. Seperti halnya bursa lain di dunia, IHSG terimbas oleh sentimen negatif tersebut. Tekanan ini membuat index sempat terkoreksi intradat ke level 6231 sebelum akhirnya memantul dan tutup di level 6270.

Semua sektor terkoreksi dengan MINING dan MISC-IND menjadi yang paling dalam penurunannya hingga -1.15% dan -1.37%. Turunnya saham PTBA -6.2% dan ASII -1.7% menjadi kontributor utama di indexnya apalagi dengan bobot 9.62% dan 78.28% di sektornya masing masing.

Asing masih melanjutkan net sell di pasar regular hingga -688 milyar walaupun di pasar negosiasi masih ada net buy 333 milyar sehingga total di ketiga marketnya capai -354 milyar. BBRI BMRI BDMN BBCA menjadi 4 terbesar net sell dengan value penjualan diatas – 100 milyar per emiten. Sedangkan di pasar negosisasi terjadi net buy 356 milyar saham PTBA yang kemungkinan berasal dari penjualan crossing saham treasury kepada induk usaha PT INALUM.

Sepanjang 5 hari perdagangan investor asing catatkan net sell hingga -1.81 trilyun dengam sektor FINANCE paling banyak dijual hingga -1.11 trilyun , INFRASTRUCTURE -795 milyar. Sedangkan sektor BASIC-IND PROPERTY menjadi dua sektor yang tetap positif net buy 464 milyar dan  75 milyar.

Walaupun dalam perdagangan kemarin index terkoreksi -0.4% namun membentuk candle bull dengan long wick yang artinya ada potensi untuk menahan penurunan lebih dalam. Index kemarin mereject area support 6232 dan masih berada di atas lower bolinger 6265. Setidaknya hal ini bisa menjaga index tetap dalam kondisi yang stabil tidak bergejolak seperti kondisi di hari Jumat dan Senin yang membentuk big long bear candle.

STOCK HIGHLIGHT

Saham HOKI kemarin telah keluar dari area downtrendnya yang sudah terbentuk sejak Agustusn 2018. Kemarin break dua resisten : area 675 horizontal resisten dan 685/690 dari garis downtrendnya. Bila dalam waktu 3 hari tidak masuk lagi ke area tersebut maka downtrendnya bisa dinyatakan selesai dan mulai bentuk minor uptrend. Target terdekat 730-760.

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Asing Sudah Net Sell 1,81 Trilyun di Mei 2019, Terbesar dari Sektor FINANCE dan INFRASTRUCTURE

Potensi Pergerakan Index : 6221 – 6332

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  ISSP KAEF MYRX POOL RALS ZINC (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  ISSP POOL KAEF HOKI BUVA ZINC SSIA FILM ULTJ TRAM DEAL GJTL  ( hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

ANNOUNCEMENT TETRA

Workshop Mentoring SAHAMOLOGY batch 7-10  untuk cetak trader sesuai dengan style personal sudah dibuka kembali untuk Periode July 2019. Dua kota sekaligus : Semarang dan Jakarta. 
Promo Awal harga khusus Rp 699k untuk 15 pendaftar pertama setiap batch dari harga normal Rp 1.499k

Daftar sekarang di http://sahamology.id  atau via Tokopedia http://tokopedia.com/tetraxchange

Sahamology Batch 8 Semarang

Reboundnya IHSG Masih Dihantui Eskalasi Perang Tarif China Amerika

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Eskalasi ketegangan antara China – Amerika terkait tarif dagang membuat index DJIA turun -473 point dan jadi penurunan terdalam sejak Januari 2019. Pernyataan pejabat Kementrian Perdagangan Amerika bahwa tarif baru akan efektif hari Jumat ini menciutkan psikologi pelaku pasar.

Saham saham berorientasi ekspor seperti Caterpillar dan Boeing rontok -2.26% dan -3.87%. Hal ini tekan saham Boeing dibawah level MA200 dailynya pertama kali sejak Januari 2019. Saham teknologi yang memiliki pusat produksi utama di China juga tumbang seperi Nvidia -3.75% dan Apple -2.7%.

Dampak utama bila perang tarif berlangsung akan memangkas pertumbuhan ekonomi dunia 45 basis point dan reduksi PDB China antara 1.2%-1.5% menurut pendapat ekonom.

DJIA : 25965.09 turun -473.39 atau -1.79%

S&P 500 : 2884.05 turun -48.42 atau -1.65%

NASDAQ : 7963.76 turun -159.53 atau -1.95%

Harga surat utang Amerika naik setelah ancaman terhadap kenaikan tarif produk China semakin mendekati deadline hari Jumat. Aliran dana investor ke surat utang naik sehingga mendorong yield surat utang ke level terendah dalam sebulan.

Surat Utang 10 tahun : Yield 2.448% turun dari  2.500%

USD melemah terhadap Yen Jepang sikapi rencana Trump naikkan tarif dagang untuk USD 200 milyar produk China yang saat ini dikenakan tarif 10% ke 25% pada hari Jumat. Investor memburu valuta aman seperti Yen Jepang sebagai alternatif bila ketegangan dagang dua raksasa ekonomi ini terjadi.

Dollar Index : 97.310 naik dari 97.292

Naiknya ketegangan antara China dan Amerika terkait dengan tarif dagang dapat memicu pelambatan ekonomi global dan demand terhadap bahan bakar. Hal ini tekan harga minyak turun ke level terendah sejak Maret 2019.

WTI : USD 61.40 per barrel turun – 80 cent atau -1.4%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 7 Mei 2019 

  • IHSG  : 6297.318 naik +40.965 atau +0.65%
  • High  6310.940  Low 6268.320
  • Market Cap : IDR 7185 trilyun naik dari IDR 7139 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 8.50 trilyun naik dari IDR 7.69 trilyun
  • Volume Perdagangan :  147.07 juta lot naik dari 112.05 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing :+536.22 milyar naik dari  -863.81 milyar
  • Sektor Melemah  : AGRI MINING
  • Sektor Menguat : CONSUMER BASIC-IND MISC-IND FINANCE PROPERTY TRADE INFRASTRUCTURE

Sejak awal perdagangan IHSG mengalami rebound dari penurunannya sejak Jumat dan Selasa. Hanya dua sektor yang melemah yaitu AGRI dan MINING tertekan oleh masih rendahnya harga komoditas, bahkan turunnya saham utama MINING seperti PTBA hingga -10.3% tekan indeks sektornya terkoreksi -0.7%.

Overall asing melakukan net buy kemarin sebanyak +536 milyar, namun di perdagangan regular asing masih mencatatkan net sell mini sebesar -17.73 milyar Apalagi net buy ini terjadi bukan di saham yang punya bobot besar di IHSG karena terjadi pada saham KMTR 507 milyar dan sisanya pada saham INTP 37 milyar dan UNVR 23 milyar. Sedangkan net buy di saham regular dilakukan di saham saham seperti BTPS BBCA BRPT ASII GGRM SMGR dan WIKA. Overall investor asing masih net sell di BBRI BBNI BDMN ADRO JSMR AKRA HMSP JPFA dan CPIN dengan BBRI paling tinggi 171 milyar.

Walapun kemarin telah rebound dan masuk kembali ke area 6282-6287 namun kondisi sentimen global yang negatif dapat jadi penghambat untuk kenaikan lanjutan. Kekhawatiran akan terjadinya kembali perang tarif antara Amerika dan China dapat picu penurunan ekonomi global. Masih tingginya nilai tukar Dollar terhadap Rupiah juga tetap menjadi perhatian.

Saham EXCL kembali naik terpicu oleh sentimen perbaikan profit serta konsolidasi antara group Axiata dan Telenor untuk operasional di Asia termasuk Malaysia Indonesia Thailand Bangladesh Myanmar dan Kamboja. Saat ini EXCL berada di level 3020 dan kemarin telah breakout dari resistennya di 2950.

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Reboundnya IHSG Masih Dibayangi Tekanan Perang Tarif China – Amerika

Potensi Pergerakan Index : 6221 – 6332

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :  ABBA BMRI BNGA ENRG LEAD LSIP MAIN MAPI NASA RIMO SSIA TLKM TPIA TRAM WIKA (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  POOL SOCI BULL TRAM BUMI ABBA VOKS HOME KAEF SMGR INCF BNGA KBLI JTPE DMAS LEAD HOKI EXCL MAIN SMRA JPFA BTPS ASSA GJTL CASA ( hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

ANNOUNCEMENT TETRA

Berakhir hari ini. Promo khusus untuk starter  TETRA PRIME secara hemat. Bayar Paket Prime X 2 bulan langsung kita tambahkan bonus 2 bulan. Total 4 bulan dengan biaya Rp 150,000 per bulan. Klik http://promo.tetraxchange.id atau kode diskon CUANMEI pada apps