Featured ORDER BOOK

Adalah jumlah keseluruhan antrian saham yang hendak dijual atau dibeli pada suatu waktu tertentu (hari perdagangan bursa) Ini merupakan penjumlahan dari jumlah lot pada Bid (antri beli) dan jumlah lot pada Offer (antri jual), Order akan diurutkan berdasarkan fraksi harganya.
Order Book akan mencatatkan jumlah lot dan jumlah pihak yang mengantri.

Contoh Order Book dari Universal Broker Indonesia

Cara Baca :

Jumlah keseluruhan antrian beli dalam lot adalah 506,99 (dalam ribuan lot) dan jumlah keseluruhan antrian jual adalah 955,64 (dalam ribuan lot),
Bila dalam jumlah lot di satu harga antrian tertentu maka akan nampak jelas keseluruhan jumlah pengantri berikut jumlah lot per masing masing calon pembeli.

Contoh melihat jumlah pengantri dan volume antrian di harga 430

Dalam gambar diatas dan bawah ini terlihat ada 44 pengantri di harga 430 dengan 52.27k (dalam ribuan lot) masih menunggu untuk terbeli.

Total jumlah Antrian

Bila kita memasukkan antrian beli selanjutnya maka kita akan masuk diurutan ke 45 dan seterusnya. Bila ada yang menjual di harga 430 maka nomor urut 1 akan menjadi prioritas untuk bisa mendapatkan lot (barang) nya terlebih dahulu.

Featured SEC Suspends Crypto Firm’s Stock After Big Price Boost

Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Donec sit amet eros. Lorem ipsum dolor sit amet, consecvtetuer adipiscing elit. Mauris fermentum dictum magna. Sed laoreet aliquam leo. Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus.

Bentuk Spinning Top, Index Masih Terkonsolidasi 6369-6425

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa Wall Street untuk sementara terhenti rallynya setelah komentar Presiden Trump nyatakan bahwa kesepakatan dagang antara China – Amerika masih jauh dari harapan. Selain itu komentarnya  mengenai keberhasilan tarif dagang yang diterapkan membuat ekonomi China melambat dianggap memicu sentimen yang kurang baik bagi kemajuan pembicaraan dagang yang sedang berjalan. Kondisi ini akan semakin meruncing bila Amerika ternyata menerapkan tarif tambahan untuk produk China senilai USD 325 milyar yang sempat ditunda setelah pertemuan di Osaka Jepang bulan lalu.

Naiknya dua saham heavy weight perbankan yaitu Goldman Sachs dan JP Morgan Chase tak mampu redam penurunan S&P  500 dan DJIA. Dow hanya terkoreksi tipis -0.09% setelah dua bank ini naik +1.9% dan +1.1% namun ditekan oleh turunnya saham Johnson & Johnson yang turun -1.6%. Saat ini sudah 5% emiten S&P 500 sampaikan laporan keuangannya dengan 85% diatas ekspektasi analis.

Dari data ekonomi : naiknya angka penjualan retail 0.4% di bulan Juni 2019 menjadi katalis terhadap yield surat utang dan USD. Angka ini lebih tinggi dari estimasi analis yang hanya di level kenaikan 0.1%. Angka ini jauh lebih tinggi menjadi 0.7% bila tidak memasukkan komponen makanan dan bahan bakar.

Harga minyak terkoreksi lebih dari -4% setelah Menlu Amerika Mike Pompeo nyatakan Iran bersedia untuk bernegosiasi terkait program nuklirnya. Hal ini sementara meredakan ketegangan di Timur Tengah dan membuat harga minyak tidak lagi mendidih.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 27335.63 turun -23.53 atau -0.09%
  • S&P 500 : 3004.04 turun -10.26 atau -0.34%
  • NASDAQ : 8222.80 turun -35.39 atau -0.43%

Pasar Surat Utang & Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 2.106% naik dari  2.090%

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 97.020 naik dari 96.567

Pasar Komoditas Minyak

  • WTI : USD57.09 per barrel turun  USD 2.46 atau -4.2%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 16 July 2019   

  • IHSG  : 6401.880 turun -16.354 atau -0.25%
  • High  6428.268  Low 6389.398
  • Market Cap : IDR 7360 trilyun turun dari IDR 7378 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 7.66 trilyun turun dari IDR 8.84 trilyun
  • Volume Perdagangan  : 155.83 juta lot turun dari 182.71 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing :  +281.83 milyar turun dari + 583 milyar
  • Sektor Melemah  : TRADE MANUFACTURE AGRI INFRASTRUCTURE FINANCE PROPERTY BASIC-IND
  • Sektor Menguat :  MINING MISC-IND CONSUMER

Walaupun sempat berada di zona hijau di jam awal perdagangan, namun IHSG tidak mampu bertahan di teritori positif karena terus tertekan hingga penutupan. Terkoreksinya saham saham BASIC-IND dan PROPERTY tidak bisa diredam oleh reboundnya kelompok MINING  sehingga buat index turun -0.25%. Saham saham unggulan dalam LQ45 dan IDX30 juga alami hal  yang sama terkoreksi -0.25% setelah heavy weight seperti BBCA TLKM BMRI UNVR BBNI turun mengalahkan kenaikan BBRI ASII GGRM dan ICBP.

Minimnya katalis dalam negeri serta belum adanya informasi emiten yang signifikan terkait performansi kuartal 2 membuat perdagangan kemarin relatif sepi hanya 7.66 trilyun dengan jumlah saham  yang dipertukarkan capai 155 juta lot. Investor asing juga terlihat wait and see dengan lakukan net sell minor -14 milyar di pasar regular dan net buy +296 milyar di pasar negosiasi. ASII mengalami pembelian cukup besar di pasar nego +203M dan pasar regular +45M, saham lain yang diburu asing antara lain BMRI MNCN BBRI INDF UNTR HMSP BBNI. Sedangkan saham yang paling banyak dijual asing kemarin adalah TLKM UNVR SRIL BBCA PGAS dan PTBA.

Candle spinning top yang terbentuk kemarin menunjukkan masih ragu ragunya investor untuk lanjutkan kenaikan dengan break area 6439. Namun good newsnya adalah telah terjadi penolakan di area support 6394 yang menunjukkan sikap pelaku pasar yang ingin agar uptrendnya market tetap dijaga. Beberapa sektor sudah keluar dari upper bolinger sehingga perlu ada koreksi sehat seperti TRADE PROPERTY FINANCE. Hal ini yang membuat terjadinya koreksi teknikal dari saham saham sektor tersebut, rehat sejenak untuk lanjutkan kenaikan di hari hari berikutnya.

Koreksi terbesar kemarin terjadi dari saham BASIC-IND dipicu oleh turun serempaknya para heavy weight sektor industri dasar ini : CPIN INTP SMGR INKP TKIM FASW SMCB SMBR. Tidak hanya industri kimia, semen dan pakan ternak pun bersamaan turun, hanya sisakan TPIA dan JPFA yang masih di zona hijau saat penutupan.

Hari ini index diproyeksikan akan mixed pada rentang 6425 – 6369 yang merupakan candle penurunan di hari jumat lalu. Penting buat index untuk bertahan diatas 6394 atau break di area 6439 untuk memastikan uptrendnya berlanjut.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  :  Bentuk Spinning Top, Index Masih Terkonsolidasi 6369-6425

Potensi Pergerakan Index : 6345 – 6445

STOCK HIGHLIGHT

Setelah sempat terkoreksi selama 3 pekan, saham operator jalan tol terbesar di Indonesia PT Jasa Marga Tbk mulai menunjukkan geliatnya. Setelah breakout area resisten 5775 hari Senin lalu, saham ini kembali melanjutkan kenaikan dan berpotensi untuk terjadi Golden Cross EMA7 dan MA20 untuk konfirmasi uptrend jangka pendek. Target penguatan ke 6000-6175. Trailing dengan menggunakan EMA7 atau MA20 nya secara dinamis

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  BKSL BNGA INDY KREN RIMO     (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : TMAS ZINC TINS KPAL ISAT INDY BKSL BRIS MAPI TRUK CAKK  (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

Market Discount Everything

Menurut DOW pendekatan analisa saham modern mengacu pada prinsip bahwa harga yang terbentuk oleh pasar telah mencerminkan semua informasi , berita, psikologi, rumor dan kondisi sosial politik yang berlaku, Informasi bisa berasal dari kondisi ekonomi makro, hal hal yang menjadi pengetahuan umum dan belumm diketahui oleh publik, kebijakan kebijakan pemerintah maupun informasi detail tentang emiten.

Psikologi bisa bersumber dari harapan, ketamakan, kepanikan, dan ketakutan pelaku pasar terhadap perkembangan market; baik yang memiliki impact positif maupun negatif. Berita dan gosip yang beredar terkait rencana aksi perusahaan (misalkan rencana akuisisi, merger, pembagian laba, perusahaan merugi) juga terefleksikan dalam harga yang terbentuk di market.

Oleh karena itu sebagai trader di pasar saham ada baiknya tidak banyak bertanya mengenai

“Kenapa harga saham ini turun ?”.. atau

“kenapa harga saham ini naik terus tanpa henti??” apa penyebabnya??…

Ada kondisi dimana sebuah saham naik terus menerus dan membentuk pola uptrend. Misalkan SMCB dari level harga 500 ke 1000 di bulan Juli – Agustus 2018. Naik 100% dan orang bertanya “kenapa SMCB naik terus?? ada apa?”..

Pola kenaikan saham SMCB Oktober-November 2018

Harga saham terus naik hingga Oktober – November 2018 dan akhirnya di bulan November baru muncul berita bahwa SMCB diakuisisi oleh Semen Indonesia, Pada saat berita itu keluar harga saham sudah berada di level 1900 dan sudah naik lebih dari 3x lipat sejak bulan Juli 2018 di kisaran 500.

Source : CNN Indonesia

Biasanya setelah berita baiknya keluar maka harga cenderung tidak mengalami kenaikan yang signifikan kembali dan cenderung stabil. Setelah berita akuisisi harga SMCB hanya mencapai level tertinggi 2100 atau hanya naik 200 di level sebelum berita diumunkan dan sekarang harga saham cenderung lebih rendah.

Bertolak belakang dengan kondisi saham diatas,

ERAA

Ketika kondisi saham terus turun seperti ERAA, “kenapa ERAA bisa mengalami penurunan seperti ini??..

Ternyata penyebab penurunan adalah catatan laba yang lebih buruk atau turun sehingga mengakibatkan beberapa investor menjual saham nya secara massive.

Ketika berita keluar baru mereka terkaget kaget dan melakukan aksi jual untuk cut loss. namun itu sudah boleh dibilang terlambat karena secara teknikal market sudah memberitahu lebih dahulu jauh jauh hari bahwa saham ini DOWNTREND sehingga tidak layak untuk dihold dalam jangka menengah/pendek.

Bila sebuah saham cenderung turun dan berita buruknya sudah keluar maka dapat dikatakan peluang penurunannya sudah selesai. Intinya adalah kita lebih baik melihat respod dari market ketimbang mencari cari tehu kenapa terjadi perubahan harga tadi. Karena bila kita hendak mencari cari tahu maka yang dilakukan adalah bukan ANALISA tapi INVESTIGASI BERITA.

Situasi Ekonomi & Politik Kondusif, Index Kembali Lanjutkan Uptrendnya

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Musim penyampaian laporan keuangan telah dimulai di New York dengan Citigroup sebagai emiten pertama yang rilis catatan labanya. Index Wall Street ditutup menguat setelah Citigroup catatkan laba yang lebih tinggi dari ekspektasi analis. EPS tercatat USD 1.95 lebih tinggi dari ekspektasi analis USD 1.80. Kenaikan ini setelah adanya laba dari IPO platform perdagangan obligasi Tradeweb yang berkontribusi USD 350 juta pada revenue Citigroup, tanpa kontribusi ini maka EPS hanya USD 1.83 saja.

Market kemarin sedikit mengambil nafas dari rally panjangnya setelah data ekonomi China tunjukkan bahwa ekonomi negeri Tirai Bambu ini hanya tumbuh 6.2% di kuartal kedua 2019 dan jadi pertumbuhan ekonomi paling lambat sepanjang 27 tahun.  

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 27359.16 naik +27.13 atau +0.10%
  • S&P 500 : 3014.30 naik +0.53 atau +0.02%
  • NASDAQ : 8258.18 naik +14.04 atau +0.17%

Pasar Surat Utang & Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 2.090% turun dari 2.092%

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 96.567 naik dari 96.424

Pasar Komoditas Minyak

  • WTI : USD 59.58 per barrel turun – 63 cent atau -1.1%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 15 July 2019   

  • IHSG  : 6418.234 naik +44.889 atau +0.70%
  • High  6439.193  Low 6405.450
  • Market Cap : IDR 7378 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 8.84 trilyun
  • Volume Perdagangan  : 182.71 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing :  + 583 milyar
  • Sektor Melemah  : MINING MISC-IND AGRI
  • Sektor Menguat :  INFRASTRUCTURE BASIC-IND PROPERTY FINANCE MANUFACTURE TRADE CONSUMER

Sejak awal perdagangan index dibuka menguat dipicu oleh kondusifnya suhu politik setelah dua capres bertemu untuk redakan ketegangan pasca pilpres. Index langsung tancap gas dari level 6408 dan berusaha untuk membalikkan kondisi mark down saat hari Jumat yang  terkoreksi -0.7%. Overall kenaikan index kemarin sudah mengkompensasi penurunan jelang akhir pekan sehingga bawa kembali uptrend diatas EMA7 6392.

Naiknya IHSG kemarin tidak dapat diikuti oleh sektor MINING MISC-IND dan AGRI yang masih tertekan sehingga membuat index gagal break area resisten 6434. Walaupun kemarin sempat lampaui level tersebut dan sentuh 6439, IHSG melorot turun dan bentuk candle spinning top dengan upper shadow. Masih terkoreksinya ADRO MEDC ZINC INDY BUMI PSAB dan TRAM tak mampu dongkrak sektornya walaupun ANTM TINS ITMG menguat cukup signifikan. Selain itu di sisi AGRI sendiri walaupun AALI dan LSIP  menguat tapi saham sejawat lain seperti SMAR SSMS BWPT TBLA BISI SGRO masih terus tertekan dan bawa index sektoralnya melempem.

Asing masih lanjutkan aksi belinya dengan nilai total capai +583 miliar dengan catatan pembelian terbesar pada kelompok INFRASTRUCTURE FINANCE TRADE dan FINANCE serta masih konsisten lakukan net sell pada kelompok MINING dan AGRI. Saham yang paling banyak diburu asing adalah TLKM BMRI BBCA ASII MNCN UNTR .

Data ekonomi kemarin yang dirilis oleh BPS adalah neraca perdagangan Juni 2019 yang mencapai surplus USD 200 juta. Nilai ekspor turun -8.98% ke USD 11.78 miliar dan impor naik +2.8% ke USD 11.58 miliar. Salah satu catatan adalah penurunan impor produk konsumsi yang capai -33.57% seperti daging, bawang putih dan bubuk susu. Ekspor turun karena komoditas andalan batubara dan kelapa sawit masih alami tekanan harga, padahal kontribusinya capai 15% dari total ekspor nasional. Kondisi cuti panjang di bulan Juni juga pengaruhi kegiatan ekspor yang dilihat dari catatan dokumen yang turun dibandingkan Mei 2019.

 Hari ini index akan mixed dan cenderung terkonsolidasi untuk uji kembali area resisten 6434. Level ini sudah 2x mengalami percobaan breakout namun gagal. Index diperkirakan akan bergerak pada rentang 6387 – 6454. Sektor WATCHLIST bisa perhatikan heavy weight stocks dari INFRASTRUCTURE BASIC-IND FINANCE PROPERTY dan TRADE.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  :  Situasi Ekonomi & Politik Kondusif, Index Kembali Lanjutkan Uptrendnya

Potensi Pergerakan Index : 6387 – 6454

STOCK HIGHLIGHT

Tiga pekan mengalami sideways saham PT Indosat Tbk (ISAT) masih menarik untuk diperhatikan karena masih dalam koridor uptrend. Kemarin saham ini memantul kembali dari area support EMA7 2720 untuk lanjutkan sideways up nya. Dapat dilakukan Buy On Weakness di dekat area 2720-2730 dengan target terdekat 2970. Breakout 2970 bisa add dengan target jangka menengah ke 3190-3320. Trailing dengan gunakan EMA7 secara dinamis.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  ACES ADHI BRIS EXCL FREN ITMG JSMR KLBF NIRO PGAS PPRE PPRO PSSI PTPP WIKA     (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : ABBA NIRO WTON CLOE KLBF WIKA PNLF WSKT BTPS ADHI SOCI TMAS PNBN ASSA PTPP ANTM BDMN CPIN JPFA PSSI INKP PGAS DILD MNCN JSMR  (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

Tarik Ulur Bull Bear Bawa Index Mixed, 3 Sektor Breakout Untuk Lanjutkan Uptrend

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Setelah menunggu lebih dari 1 tahun 6 bulan akhirnya DOW mencapai rekor tertingginya di 27000 dipicu oleh pernyataan The FED Chairman Jerome Powell di depan Congress mengenaik kondisi ekonomi dan bagaimana bank sentral harus berperan. Ini menjadi signal bahwa akan terjadi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Dalam perjalannya menuju level sekarang dari 26000 di Januari 2018, saham Microsoft menjadi yang paling tinggi kenaikannya hingag 50%, selain itu saham Visa , Cisco dan Nike juga naik tinggi sepanjang 1.5 tahun belakangan.

Yield surat utang 10 tahun sedikit naik setelah inflasi catatkan penguatan 0.1% di bulan Juni 2019 setelah analis proyeksikan akan bergerak flat. Hal ini membuat inflasi inti selama 12 bulan catat level 2.1% hingga bulan lalu. Catatan inflasi ini tidak serta merta memperkuat USD terhadap 6 mata uang acuan dunia lainnya. Sejak pertengahan May 2019, nilai dollar index telah terkoreksi -1.6% dimana USD melemah terhadap Yen Jepang hingga -2.6%.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 27088.08 naik +227.88 atau +0.85%
  • S&P 500 : 2999.91 naik +6.84 atau +0.23%
  • NASDAQ : 8196.04 turun -6.49 atau -0.08%

Pasar Surat Utang & Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 2.143% naik dari 2.120%

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 96.700 turun dari 96.703

Pasar Komoditas Minyak

  • WTI : USD 60.20 per barrel turun -23 cent atau -0.4%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 11 July 2019   

  • IHSG  : 6417.066 naik +6.383 atau +0.10%
  • High 6434.908  Low 6397.222
  • Market Cap : IDR 7373 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 9.32 trilyun
  • Volume Perdagangan  : 191.66 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing :  +866.52 milyar
  • Sektor Melemah  :TRADE CONSUMER MANUFACTURE AGRI BASIC-IND
  • Sektor Menguat :  PROPERTY MISC-IND FINANCE MINING INFRASTRUCTURE

Index pada perdagangan kemarin ditutup mixed dan membentuk black spining top seteleh sempat mengalami roller coaster di sesi 1 dan 2. Setelah sempat menguat di sesi awal hingga 6434 index berangsur turun hingga sentuh level 6397 yang berada didekat areaa supportnya sebelum ditutup naik tipis +6 point. Kondisi ini masih membuat index terjaga uptrendnya dan miliki 3 level support 6395-6387-6338.

Kenaikan signifikan sektor PROPERTY MISC-IND dan FINANCE mampu redam penurunan dari saham di sektor AGRI dan BASIC-IND. Kelompok Property Developer kemarin memimpin kenaikan sektor ini setelah saham saham heavy weight nya mengalami penguatan seperti PWON BSDE CTRA SMRA LPKR dan dorong index nya menguat +1.08%. Disisi lain saham kelompok BASIC-IND tertekan setelah terjadi tekanan di kelompok pakan ternak, pulp dan semen yang ditandai dengan rontoknya saham CPIN JPFA SMGR INKP TKIM dan SMBR yang merupakan heavy weight sektor tersebut.

Investor asing kembali lakukan aksi beli dengan nilai net +866 milyar dimana +347 milyar dari pasar regular dan +518 milyar dari pasar negosiasi dan tunai. Pembelian asing terbesar kemarin di saham ASII hingga +800M di pasar regular dan nego, BBRI +132M, BMRI +128M dan BBCA +101M. Sedangkan saham yang paling banyak dilempar asing adalah KLBF di pasar nego -160M, INKP -31M, PTBA -29M dan PGAS -28M selain itu saham saham seperti LPKAR CPIN dan BBNI juga masih dijual oleh asing di perdagangan kemarin.

Hari ini index diproyeksikan akan mixed seiring masih terjadi tarik ulur kekuatan BULL BEAR. Sentimen regional terkait dengan pelambatan ekonomi Singapore di kuartal 2 sedikit banyak akan menjadi barometer mengenai potensi pelambatan ekonomi kawasan yang mungkin akan berimbas ke Indonesia. Katalis global setelah Dow mencapai level tertinggi 27000 untuk pertama kali dalam sejarah masih harus didorong oleh data ekonomi perdagangan China yang akan rilis untuk mengukur impact dari perang tarif negara adidaya ekonomi dunia.

Saham saham sektor PROPERTY FINANCE dan INFRASTRUCTURE bisa tetap dimasukkan dalam watchlist untuk hari ini karena sektornya telah BREAKOUT dan lanjutkan UPTREND nya.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  :  Tarik Ulur Bull Bear Bawa Index Mixed, 3 Sektor Breakout Untuk Lanjutkan Uptrend

Potensi Pergerakan Index : 6360-6454

STOCK HIGHLIGHT

Setelah mengalami penurunan dari level tertingginya 2860 di bulan April, saham PT NFC Indonesia, Tbk (NFCX) mulai mengalami kondisi pembalikan arah dan uptrend jangka pendek setelah kemarin berada di atas level 2310. Saham ini bisa mulai diikuti pergerakannya dengan jalur kenaikan 2450-2570. Speculative buy selama diatas 2310 dengan target 2570. Trailing dengan menggunakan EMA7 secara dinamis.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  ABBA ADMF ARMY BSDE ESSA FORZ KREN INCO WTON     (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : DEAL ABBA BTPS APLN SMRA TCPI MNCN WTON CTRA LPCK TRUK INCO AGRO BMTR BHIT ARMY ANTM DYAN SSIA GJTL HOKI BKSL (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Following  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

WORKSHOP SAHAMOLOGY SURABAYA

Masih belum untung dari saham? Belum tahu type investasi trading mana yang cocok dengan karakter kita ? Gimana caranya bisa mendulang profit walaupun sibuk kerja ? Ikuti program Mentoring SAHAMOLOGY di Surabaya tanggal 3-4 Agustus 2019 .

Ada dua kelas untuk mereka yang ingin menjadi TREND FOLLOWING TRADER (cocok untuk pemula) dan SWING TRADER.  Lokasi mentoring di hotel Ibis Surabaya City Center Basuki Rahmat mulai jam 09.00 – 16.30.


Investasi dengan harga khusus Rp 899.000. Beli tiketnya via apps TETRA X CHANGE, Tokopedia atau melalui http://sahamology.id sebelum menjadi harga normal Rp 1,499,000.

Masuknya Investor Asing 800 milyar Kemarin Dorong IHSG 8 Point Dibawah Level Resistennya

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Bursa global di Wall Street mengalami kondisi yang mixed dimana DOW masih tertekan sedangkan S&P dan NASDAQ cenderung menguat. Turun tipisnya index 30 saham terbesar di market Amerika yang dirangkum dalam DJIA membuatnya sudah terkoreksi selama 3 hari berturut turut.  Apalagi setelah saham 3M sebagai salah satu komponennya turun lebih dari -2% setelah mengalami downgrade dari analis.

Saham saham teknologi menjadi penolong bursa di perdagangan semalam setelah naiknya saham FB dan Amazon diatas +1% dan terapresiasinya harga saham Netflix mampu bawa NASDAQ naik lebih dari +0.50%. Market terlihat masih menebak arah kebijakan moneter Amerika yang akan disampaikan oleh Jerome Powell hari Rabu waktu setempat. Market yang awalnya optimis akan terjadi pemangkasan suku bunga mendadak menjadi pesimis setelah data pekerjaan dirilis Jumat pekan lalu yang secara surprise mengalami lonjakan signifikan.

Laporan data keuangan emiten akan dimulai minggu depan yang akan diawali oleh bank bank besar seperti Citigroup, JP Morgan Chase dan Wells Fargo. Ekspektasi para analis adalah profit dari perusahaan yang ada dalam S&P 500 akan terpangkas lebih dari -2% di kuartal kedua tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mulai rilisnya performansi emiten diharapkan bisa tambah tenaga buat bursa yang saat ini hanya dipicu oleh sentimen pemangkasan suku bunga dan harapan akan terjadinya kesepakatan dagang antara China dan Amerika


Hari ini ada dua sentimen tambahan untuk bursa global dan regional : rilis data inflasi China serta kabar telah adanya pembicaraan awal antara team runding dagang China – Amerika yaitu Liu He dan Steven Mnuchin. Dua sentimen ini diharapkan bisa buat bursa regional aktif dan terapresiasi. Selain itu harga minyak di penutupan melonjak +1.45% ke level USD 58.67 per barrel

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 26783.49 turun -22.65 atau -0.08%
  • S&P 500 : 2979.63 naik +3.68 atau +0.12%
  • NASDAQ : 8141.73 naik +43.35 atau +0.54%

Pasar Surat Utang & Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 2.065% naik dari 2.048%  

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 97.093 naik  96.972  

Pasar Komoditas Minyak

  • WTI : USD 57.71 per barrel naik + 5 cents

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 9 July 2019  

  • IHSG  :  6388.323 naik  +36.496 atau +0.57%
  • High 6388.323  Low 6351.423
  • Market Cap : IDR 7337 trilyun naik dari IDR  7277 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 7.72 trilyun naik dari 6.88 trilyun
  • Volume Perdagangan  : 189.76 juta lot naik dari 151.08 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing :  + 809.66 milyar naik dari -213.22 milyar
  • Sektor Melemah  :  MISC-IND CONSUMER MINING
  • Sektor Menguat : INFRASTRUCTURE BASIC-IND PROPERTY TRADE FINANCE AGRI MANUFACTURE

Sejak awal perdagangan index selalu berada di zona hijau setelah terjadi penolakan untuk turun di hari sebelumnya dan memantul yang ditandai dengan long lower shadow. Bursa ditutup di level 6388 hanya berjarak 8 point dari level resistennya di 6395. Masuknya kembali investor asing membuat penguatan hampir di semua sektor kecuali pada sektor CONSUMER MISC-IND dan MINING.

Penguatan ditopang oleh kenaikan sektor INFRASTRUCTURE dan BASIC-IND yang naik lebih dari +1% serta sektor PROPERTY +0.98% sehingga bisa bawa IHSG terapreasiasi +0.57%. Naiknya saham saham unggulan dalam IDX30 seperti BBCA TLKM BBNI BMRI ICBP dan UNTR dongkrak  index 30 saham unggulan ini naik +0.74%. Hal yang sama juga terjadi pada 45 saham likuid yang naik +0.79% lebih tinggi dari kenaikan IHSG composite yang hanya +0.57%. Ini menandakan bahwa kenaikan kemarin ditopang oleh peningkatan yang signifikan dari saham saham unggulan.

Masuknya investor asing hingga +809 milyar kemarin ikut ramaikan transaksi bursa hingga naik ke 189 juta lot transaksi dibandingkan hari sebelumnya yang hanya 151 juta lot. Asing melakukan buy back yang besar +394M pada sektor FINANCE dan lanjutkan pembelian massive pada sektor INFRASTUCTURE +317M. Namun asing masih cenderung lanjutkan profit taking dan penjaulan pada sektor MINING yang kemarin tercatat net sell -46M.

Saham saham INFRASTRUCTURE yang kemarin aktif diperdagangkan dan cukup ramai diburu investor adalah TLKM FREN JSMR EXCL dan TAMU sedangkan dari sektor BASIC-IND yang mengalami kondisi serupa adalah INTP SMGR INKP TKIM WSBP dan SMBR. Terlihat ada lonjakan signifikan dari kelompok saham industri semen, telekomunikasi dan pulp kertas yang mampu redam koreksi dari saham industri pakan ternak setelah kenaikan CPIN JPFA dan MAIN mulai berbalik arah dari resistennya.

Hari ini index diproyeksikan akan uji area resisten 6395 yang sudah sepekan tidak dapat ditembus oleh kekuatan market. Masih rendahnya katalis dari global karena market masih tunggu pidato the FED Chairman hari Rabu ini membuat pengujian level resisten ini akan mendahului katalisnya. Diharapkan IHSG mampu break resisten tersebut sehingga bisa membuat index lanjutkan uptrendnya.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Masuknya Investor Asing 800 milyar Kemarin Dorong IHSG Hanya 8 Point Dibawah Level Resistennya

Potensi Pergerakan : 6351 – 6442

STOCK HIGHLIGHT

Secara teknikal saham PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) masih dalam koridor uptrend. Setelah sempat terkoreksi dan membentuk area buy on weakness saham ini punya peluang untuk lanjutkan rally. Selama saham masih berada diatas level support 1150 masih tetap bisa dihold atau buy dengan target penguatan terdekat untuk break resisten 1220. Bila BO maka potensi target ke 1300. Batasi resiko < 1140

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following : ASRI BBCA BOGA BUVA CARS EXCL FREN ICBP IMAS INCO INKP KREN LPKR MAPI MEDC POOL SIDO SMSM SRIL TAMU UNTR WOOD (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : PICO  KPAL POSA SMBR TKIM TAMU INKP DEAL MTDL MAPI MNCN IMAS PNBN INTP BKSL PNLF KBLI LKPR ACES NUSA WSBP JSMR  (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade/Trend Follow untuk  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

SAHAMOLOGY KINI ADA DI BLIBLI.COM

Kini pemesanan tiket workshop SAHAMOLOGY dapat dilakukan melalui aplikasi online BLIBLI. Search dengan keyword “sahamology” atau klik http://www.blibli.com/brand/sahamology

Menjadi Growth Investor ??

“Apakah semua investor bisa dikatakan Growth Investor??”..

“Apakah investor yang memilik modal besar bisa menjamin menjadi Growth Investor??”..

okey kita bahas pelan-pelan caranya..

Secara umum transaksi di pasar modal atau saham itu sebenarnya sangat bagus untuk time frame jangka panjang khususnya untuk mereka para pemula. Karena apresisasi dari harga saham di jangka panjang jauh lebih tinggi dari inflasi serta instrument deposito dan obligasi.

Kenaikan index selama 10 tahun terakhir dari januari 2009 -24 juni 2019

Ilustrasi diatas gambarkan bahwa IHSG sudah naik +371% % sejak 30 Januari 2009 hingga 24 Juni 2019. Artinya naik rata rata diatas +30% per tahun, Dibandingkan dengan suku bunga deposito 6% per tahun maka saham bisa memberikan imbal hasil 4-5x lipat diatasnya. Disamping kemudahan lain dari sisi perpajakan yang bersifat final 0,1% dibandingkan dengan pajak bunga deposito 20% yang jelas gerus nilai imbal hasilnya.

Sejalan dengan kenaikan index yang cukup signifinikan bukan tidak mungkin bisa melahirkan growth investor sebanyak mungkin.

“Bagimana Caranya??”

1. Pilihlah saham saham yang berfundamental baik.

ciri utamanya adalah perusahaannya tidak merugi dan secara konsisten terdapat kenaikan laba/income dari tahun ke tahun.

2. Saham tersebut secara konsisten bertumbuh diatas IHSG sebagai benchmark.

Artinya bila dibandingkan dengan return IHSG yang rata rata 30% per tahun selama 10 tahun terakhir saham tersebut performansinya dalam 3 tahun ke belakang konsisten di atas IHSG, Bila saham tersebut tumbuh diatas IHSG maka saham tersebut masuk kategori WINNING STOCK dan bisa dipertimbangkan masuk ke dalam pilihan Growth Investing Stock.

untuk mengetahui saham yang akan kamu pilih termasuk wining stock atau losing stock, kalian bisa mencarinya di aplikasi tetra x change dnegan hanya mengetik keyword TUMBUH #KODESAHAM.

Keyword ini akan menghitung pertumbuhan saham 3 tahun terakhir dibandingkan dengan index saham.

Sebagai contoh saya memilih saham BBCA karna mengalami pertumbuhan sebesar 129.04% dalam 3 tahun terakhir, menandakan bahwa saham BBCA termasuk dalam kategori Wining stock yang layak untuk investasi, Begitu pun kalian jika akan memilih saham untuk investasi jangka panjang bisa lakukan seperti contoh diatas.

3. Cek fundamental dan trend.

Dalam memilih saham pastinya kita melihat saham-saham mana saja yang yang memiliki fundamental baik serta kecenderungan untuk naik secaa panjang masih akan terus berlangsung, Cara ini digunakan untuk memastikan bahwa saham yang akan kamu simpan untuk invest memiliki kenaikan yang cukup konsisten.

Kamu juga bisa menggunakan cara simple ini untuk mengtahui kecenderungan pergerakan harga saham yang akan kamu simpan untuk invest, dengan cara mengetikan keyword INVEST #KODESAHAM.

Keyword ini akan menunjukan kepada kamu tentang analisa fundamental dari saham yang akan kamu pilih untuk investasi, mulai dari posisi harga dengan indikator MA5O, pertumbuhan EPS serta PER.

Setelah kita memiliki saham saham yang hendak kita invest maka lakukan lah nabung saham secara rutin sesuai dengan budget misalkan 1 juta per bulan atau 500 ribu per bulan. Lakukan secara disiplin dan bisa terus dipantau perkembangannya setiap bulan atau minggu dengan bertanya kepada ARVITA atau melihat WEEKLY dan MONTHLY CHART nya di akhir pekan atau akhir bulan.

Sebagai pebisnis, Growth Investing tidak perlu galau melihat chart harian karena naik turun saham dalam satu hari adalah bagian dari rencana kenaikan atau penurunan dalam jangka yang lebih panjang.

Perdagangan Kemarin Sepi dan Index Menolak Turun Dibawah Level Support 6334

SENTIMEN GLOBAL DAN KOMODITAS

Saham saham teknologi semalam menjadi penekan bursa Wall Street dan bawa 3 index utama terkoreksi. Terdowngradenya saham Apple oleh analis dari Rosenblatt Securities membuat saham produsen iPhone dan Macbook ini turun lebih dari -2% dan menyengat saham saham teknologi lainnya. Kondisi ini membuat NASDAQ turun -0.8% dan S&P 500 terkoreksi -0.5%. Selama tahun 2019 ini kelompok saham teknologi telah naik lebih dari 28% yang berarti 10% diatas kenaikan dari composite S&P 500.

Market juga menanti pernyataan the FED chairman yang akan dilakukan pada hari Rabu. Moment ini sangat penting mengingat market sudah berspekulasi bahwa pada bulan Juli akan ada pemangkasan suku bunga. Namun data tenaga kerja yang rilis hari Jumat dengan penguatan penambahan pekerjaan seolah menghapus ekspektasi tadi dan bawa sentimen negatif ke bursa saham. Penantian ini membuat pasar mata uang dan surat utang wait and see apakah akan ada  perubahan tone dari The FED dari Hawkish menjadi Dovish (terkait suku bunga)

Harga minyak sedikit terapresiasi setelah terjadi ketegangan terkait dengan program nuklir Iran yang dapat picu masalah baru dengan sanksi ekonomi yang bisa saja semakin diperkuat. Namun sentimen ini belum mampu dongkrak harga minyak lebih tinggi karena market masih khawatir dengan issue pelambatan ekonomi global.

Index Bursa Wall Street

  • DJIA : 26806.14 turun -115.98 atau -0.43%
  • S&P 500 : 2975.95 turun -14.46 atau -0.48%
  • NASDAQ : 8098.38 turun -63.41 atau -0.78%

Pasar Surat Utang & Obligasi Global

  • Surat Utang 10 tahun : Yield 2.048% naik dari 2.043%

Pasar Valuta Asing

  • Dollar Index : 96.972 naik dari 96.835

Pasar Komoditas Minyak

  • WTI : USD 57.66 per barrel naik +15 cent atau +0.3%

REVIEW DAN POTENSI IDX  HARI INI

Data IHSG Penutupan 8 July 2019   

  • IHSG  :  6351.827 turun -21.651 atau -0.34%
  • High 6360.214  Low 6324.721
  • Market Cap : IDR 7277 trilyun turun dari IDR 7290 trilyun
  • Value Perdagangan : IDR 6.88 trilyun turun dari IDR 7.79 trilyun
  • Volume Perdagangan  : 151.08 juta lot turun dari 183.31 juta lot
  • Net Buy Sell  Asing :  -213.22 milyar naik dari – 150.56 milyar
  • Sektor Melemah  :  FINANCE TRADE MANUFACTURE BASIC-IND INFRASTRUCTURE PROPERTY CONSUMER MINING
  • Sektor Menguat : MISC-IND AGRI

IHSG kemarin tutup sedikit dibawah level support 6359 setelah 4 kelompok saham turun lebih dari -0.5% terpicu oleh sentimen global terkait pesimisme the FED akan pangkas suku bunga bulan ini. Good news nya dari kondisi kemarin  setelah sempat uji area support 6334 index memantul dan rebound dari area low nya 6324 dan ditutup di level 6351. Setelah kelompok MISC-IND dan AGRI masih ditutup di zona hijau dan sehingga mampu kurangi pressure pelemahan dari sektor MINING dan CONSUMER.  Kelompok saham FINANCE membentuk bull candle setelah bisa ditutup lebih tinggi dari harga pembukaannya dan mencoba tembus area resistennya yang pada hari Jumat lalu terkoreksi.

Investor asing kembali lakukan aksi jual lebih dari -200 milyar setelah melakukan switching dari saham saham FINANCE BASIC-IND MINING TRADE ke kelompok saham MISC-IND dan INFRASTRUCTURE yang kemarin masih terjadi net buy senilai 67 milyar dan 57 milyar sehingga bawa ASII naik hingga +2.09%. Kenaikan saham unggulan IDX30  seperti ASII BMRI UNVR CPIN masih belum mampu redam koreksi dari BBCA TLKM HMSP BBNI dan UNTR sehingga masih membuat kelompok 30 saham terbaik di bursa Indonesia ini masih turun -0.58%.

Value perdagangan kemarin cenderung sepi dan hanya tercatat 6.88 trilyun dibawah level rata rata sebelumnya yang selalu lebih dari 7 trilyun. Ini tandakan pelaku pasar masih meraba raba aksinya menunggu katalis katalis baru termasuk potensi pencapaian performansi Q2-2019 dari para emiten yang akan segera rilis di pekan pekan depan.

Kemarin data ekonomi Index Kepercayaan Konsumer untuk bulan May dirilis dengan dengan hasil pengukuran pada level 126.4 dan sedikit alami penurunan dari bulan sebelumnya yang capai 128.1.  Hari ini data penjualan retail akan dirilis dengan catatan sebelumnya adalah kenaikan 6.7% year on year.

Hari ini index diproyeksikan akan coba kembali masuk ke area EMA7 6359 yang kemarin sempat jebol. Bentuk long lower shadow yang reject area support 6334 menjadi pertanda bahwa market menolak untuk turun.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Perdagangan Kemarin Sepi dan Index Menolak Turun Dibawah Level Support 6334

Potensi Pergerakan : 6334 – 6359

STOCK HIGHLIGHT

Saham PT Bank BTPN Syariah (BTPS) kemarin mengalami kondisi reject support 3160 dan membentuk long shadow tanda penolakan penurunan. Posisi candle berada kembali diatas EMA7 untuk lanjutkan uptrendnya. Bila break area 3400 maka potensi penguatan hingga level resisten 3510. Cocok untuk dilakukan pembelian dengan strategi Buy On Weakness atau Trend Following. Trailing dengan gunakan EMA7.

SAHAM WATCHLIST

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following : AALI BRIS COCO DEAL GIAA GMTD JRPT PNLF WSBP      (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  TRIO MABA DEAL BEEF NIKL VOKS GIAA POOL PNLF MPPA ISSP APLN HKMU       (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20

Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Untuk detail chart & action plan dapat dilihat di  aplikasi TETRA X CHANGE pada bagian DETAIL SAHAM atau ASK ARVITA

SAHAMOLOGY KINI ADA DI BLIBLI.COM

Kini pemesanan tiket workshop SAHAMOLOGY dapat dilakukan melalui aplikasi online BLIBLI. Search dengan keyword “sahamology” atau klik http://www.blibli.com/brand/sahamology